Show Me Your Love (Part 4)

show me your love 2

Title : Show Me Your Love (Part 4)

Cast :

– Kyuhyun

– Lee Hyun-ri

– Other member of Super Junior

– Jung Yoon-yi (IKAN BUSUK ^^v)

 

Disclaimer : This is my own story. from my imagine. the character was fiction.

 

Happy Reading ^^

28 November 2012

07.00 AM

 

Kyuhyun mengerang saat sinar matahari menyusup dari sela-sela jendela kamarnya. Pria itu dini hari baru menyelesaikan jadwalnya. Dan sekarang, pria itu seperti tidak rela jika jadwal tidurnya di ganggu oleh sinar matahari yang nampaknya angkuh memeritahkannya untuk segera bangun.

“AKHHH…. SIALAN!” teriaknya yang langsung bangun dari tempat tidurnya.

Dengan langkah gontai ia keluar dari kamarnya. Menuju ke dapur. Melihat apakah ada hyungdeulnya yang sudah bangun. Tapi yang ia tangkap malah pemandangan seorang gadis yang sedang memasak di dapur. Gadis itu tidak tahu jika Kyuhyun sedang menatapnya.

Kyuhyun menatapnya dengan tatapan yang tidak pernah ia lakukan terhadap wanita lain. Selain gadis ini. Gadis yang membuatnya hatinya jatuh dalam perasaan yang bernama cinta. Walaupun hubungannya dengan gadis ini sudah kandas hanya karena kesalah pahaman, tetapi ia masih dan akan tetap mencintai gadis ini. Sampai kapanpun itu.

Sebuah senyuman di bibirnya mengingat fakta itu. Ia mencintai gadis ini. Ia juga merindukan saat-saat menggoda gadis ini. Tetapi sekarang ia tidak bisa melakukannya mengingat sikap gadis ini terhadapnya yang selalu mengindar. Sampai peristiwa kemarin yang membuat sikap gadis ini melunak terhadanya.

Peristiwa dimana ia tau akan perasaan gadis ini yang sama-sama memiliki perasaan masih saling mencintai satu sama lain. Walaupun sikap gadis ini masih bersikap dingin padanya. Gadis inilah yang mengubanhnya. Gadis yang merupakan pusat rotasinya. Gadisnya, hanya gadisnya yaitu Lee Hyun-ri.

“OMO!” gadis itu terkejut saat melihat pria yang berada di belakangnya. Memandang dengan sangat intens. Tapi Hyun-ri menghiraukannya.

Gadis ini tetap melanjutkan pekerjaannya memasak bagi semua member Super Junior. Ia tahu, mereka semua baru pulang dini hari untuk melesaikan jadwal. Dan Hyun-ri memang kemarin ijin untuk kuliah, sehingga ia tidak kelelahan. Dan tugasnya kali ini adalah memasak bagi semua orang. Termasuk dirinya sendiri.

Kyuhyun masih menatap Hyun-ri yang melanjutkan pekerjaannya. Setelah terkejut melihatnya seperti orang bodoh menatapnya memuja. Seakan gadis itu hanya wanita satu-satunya di dunia. Tapi memang benar di dunia yaitu di dunia Kyuhyun.

Bunyi pintu depan yang di buka membuyarkan lamunan Kyuhyun. Sekaligus mengalihkan tatapannya kepada Hyun-ri. Seorang pria masuk mengenakan mantel musim dinginnya. Pria itu adalah Jung Hoon, manager dari Super Junior. Pria itu melihat ke arah dapur. Lalu menyapa dua orang yang berada di sana.

“Anyeong. Tumben kyu kau bisa bangun pagi. Biasanya aku perlu menarik kakimu agar bangun.” Ucap Jung Hoon mengejek Kyuhyun dengan seringaian meremehkan.

“Aish, hyung! Kalau kau kesini hanya mengejekku. Sebaiknya kau pulang saja. mood ku hari ini sedang jelek. Gara-gara kau datang ke sini. Menginterupsi kegiatanku” balas Kyuhyun. Kyuhyun mendengus melihat Jung Hoon masih menyeringai.

“Kau itu, kapan mood mu itu baik? Hmm?? Setahuku kau tidak mempunyai kegiatan yang sedang kau lakukan. Hanya melamun. Apa itu kegiatanmu?” jawabn Jung Hoon enteng membalas perkataan Kyuhyun. Ia menarik kursi yang berhadapan dengan Kyuhyun dan mendudukinya.

Reflek Kyuhyun kembali menatap Hyun-ri. Kegiatannya sebelum kedatangan Jung Hoon. Jung Hoon yang bingung dengan sikap Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya. Ia ikut menatap arah tatapan Kyuhyun. Ia mengerti apa yang di lakukan dongsaengya tersebut.

Hyun-ri yang melihat kedatangan Jung Hoon lalu membuatkan minuman kepada pria itu.

“ah, oppa. Kau datang? Mau minum apa?” tanyanya pada Jung Hoon.

“kopi saja seperti biasa” jawab pria itu yang sedang memainkan tablet nya.

“Hyun, kenapa kau tidak menawariku?” tanya Kyuhyun tak terima dengan sikap Hyun-ri pada Jung hoon. Dan di balas dengan tanpa respon apapun oleh Hyun-ri.

Hyun-ri hanya melenggang masuk ke dalam dapur. Menyiapkan minuman kopi untuk Jung hoon, coklat panas untuk Kyuhyun. Dan orange juice untuknya. Walaupun ia tidak menghiraukan Kyuhyun, tapi nyatanya gadis itu peduli pada pria itu. Terbukti bahwa Hyun-ri membuatkan segelas coklat panas kesukaan pria itu tanpa menanyakannya terlebih dahulu. Ia sudah sangat mengenal kebiasaan Kyuhyun. Apa saja yang di inginkan pria itu, ia sudah sangat menghafalnya.

Hyun-ri meletakkan kedua gelas yang berisi cairan yang berbeda di atas meja makan. Lalu ia kembali ke dapur menyiapkan sarapan pagi. Kyuhyun yang melihat apa yang di sodorkan padanya. Ia tersenyum mengingat gadis itu terlalu hafal setiap kebiasaaan apalagi ia sudah tahu kesukaanya. Kyuhyun pun meminum sedikit-sedikit coklat panasnya. Merasakan pahitnya coklat di dalam mulutnya. Ia kemudian melirik gelas yang ada di ujung meja makan. Segelas orange juice. Kesukaan gadis itu. Hyun-ri memang sangat tidak menyukai coklat dan kopi. Menurutnya bahan itu seperti rasa obat yang pahit.

Kyuhyun bahkan pernah memaksa Hyun-ri meninum kedua minuman itu. Dan reaksi yang di berikan gadis itu sangat di luar dugaan. Hyun-ri bahkan mual setelah meminum kopi. Ternyata asam lambung Hyun-ri naik karena meminum kopi. Setelah kejadian itu, Kyuhyun tak pernah memaksa gadis itu untuk meminum apa pun yang berbau coklat dan kopi. Ia takut terjadi sesuatu terhadap gadisnya.

Hyun-ri lantas menatap Kyuhyun dengan dingin. Hyun-ri sebenarnya ingin mengatakan bahwa ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Kyuhyun. Tadi lidahnya kelu saat ingin mengatakan ini pada pria itu. Hyun-ri sudah tahu kebenaran kejadian itu dari Victoria. Saat itu ia sedang bersama Changmin. Dan tak sengaja bertemu dengan wanita itu. Lalu Victoria menjelaskan apa yang terjadi semuanya.

Kyuhyun lalu bangkit dan mendorong Hyun-ri agar duduk. Pria itu tidak suka gadis itu sok terlalu kuat. Padahal ia tahu gadis itu tidak suka berdiri lama-lama.

“Yak! Apa yang kau lakukan!” teriak Hyun-ri ketika Kyuhyun mendorongnya untuk duduk di kursi sebelahnya. Kyuhyun menghiraukan teriakan Hyun-ri.

Jung Hoon yang melihatnya hanya tersenyum samar. ‘Mereka berdua sangat cocok’ pikirnya.

Terdengar suara ribut dari arah koridor menuju kamar. Dan terlihat lah 3 orang yang keluar dari kamar masing-masing. Sungmin, Ryeowook, dan Eunhyuk keluar dari kamar dengan wajah masih mengantuk.

“Hyung, pagi sekali kau datang. Apa jadwal hari ini dari pagi hari?” tanya Sungmin pada Junghoon dan tidak sengaja menyeruput coklat hangat milik Kyuhyun.

“Sungmin! Itu punyaku!” teriak Kyuhyun dengan raut kesal lalu menarik kembali gelas coklat hangatnya.

“Yak! Panggil aku hyung!” balas Sungmin tak kalah kesal. Kyuhyun menatap Sungmin sebal. Coklat panasnya yang ia irit-irit karena ini buatan Hyun-ri malah seenaknya hyung kesayangannya itu meminumnya.

“Sungmin~ah… mengalah lah. Kau tidak tahu sejarah minuman itu ada. Sudahlah, aku akan membacakan jadwal kalian hari ini. Setelah ini kaliah harus bersiap-siap.” Mendengar perkataan Jung Hoon, Kyuhyun langsung mendelik kearah pria itu.

Tapi Jung Hoon yang di tatap seperti itu hanya menghiraukannya. Ia malah memulai membacakan jadwal Super Junior hari ini. Sungmin yang mengetahui maksud dari ucapan Jung Hoon hanya terkekeh pelan menatap 2 orang sekarang duduk di hadapannya bergantian antara Hyun-ri dan Kyuhyun. Yang nampaknya mengeluarkan aura canggung di antara mereka. Berbeda dengan Kyuhyun yang lebih menampakkan aura memuja gadis itu. Kyuhyun tidak segan-segan menatap gadis itu.

Tatapannya sangat dalam dan siapa pun yang melihatnya akan iri. Tapi gadis itu tidak bereaksi dengan tatapan Kyuhyun. Sungmin bisa melihat Hyun-ri masih memendam perasaannya pada Kyuhyun. Tapi mungkin belum bisa mengungkapkannya.

Ia tersenyum, sepertinya ia harus membantu kedua orang ini agar bersatu lagi seperti dulu. Karena ia juga salah satu orang yang tahu dulu mereka berdua pernah berhubungan. Setelah ia membujuk Kyuhyun untuk menjelaskan kenapa setelah Hyun-ri pergi, Kyuhyun nampak seperti mayat hidup saja. tanpa jiwa, tanpa semangat apapun. Dan itu sangat mengkhawatirkannya. Kalau sampai terjadi apa-apa. Mungkin saja semua orang akan terkena imbasnya.

o.O

Hyun-ri menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah sambil mengacak-acak saluran TV. Ia menunggu semua member siap. Hari ini mereka mempunyai jadwal yang agak padat. Hyun-ri mendengus melirik seorang pria sdang mondar-mandir di depannya mencari sesuatu.

“Hyun, kau tau dimana PSP ku? Sepertinya tadi ku letakkan di sini.” Tanya Kyuhyun. Pria itu masih mengobrak-abrik tempat majalah yang berserakan di atas meja mencari PSP nya.

“Di atas meja di kamarmu.” Jawab Hyun-ri datar tanpa mengalihkan perhatiannya dari TV yang sedang menampilkan iklan itu.

Kyuhyun pun melesat pergi ke kamarnya. Dan kembali dengan PSP di tangannya. Ia lalu duduk di sebelah Hyun-ri dan langsung memainkan PSP nya. ‘Hitung-hitung menghabiskan waktu untuk menunggu’ batin Kyuhyun. Hyun-ri yang melihatnya hanya menghiraukan pria di sampingnya itu.

“Kudengar kau kemarin ulang tahun. Ah, aku lupa mengucapkan. Selamat ulang tahun uri Hyun-ri.” Kata Kyuhyun yang mengalihkan perhatiannya dari PSPnya. Hyun-ri yang mendengarnya langsung balas menatap pria di sampingnya ini. Hyun-ri hanya menatapnya tidak percaya. Dari semua member, tidak ada yang tahu bahwa tanggal 21 kemarin adalah hari ulang tahunnya. Kecuali satu orang. Dan dia menyesal pernah memberi tahukan pada orang itu. “Gomawo” kata itu yang akhirnya keluar dari mulutnya membalas ucapan selamat dari Kyuhyun. Hyun-ri tersenyum. Lalu Kyuhyun mengacak-ngacak rambut Hyun-ri. Meredam perasaan senangnya karena ia dapat kembali melihat senyuman itu lagi.

“Maaf aku tidak bisa memberimu hadiah.” Ucap Kyuhyun menyesal.

“Aku tidak mengharapkan hadiah darimu. Karena aku membenci hari itu. Dan aku menyesal mengatakannya pada orang yang memberitahumu tentang ini” Hyun-ri mengerucutkan bibirnya. Kesal dengan perbuatan Kyuhyun yang semena-mena merusaknya. Ia harus menata lagi rambutnya.

“Maaf…” kata Kyuhyun singkat.

“Untuk apa? Ini bukan kesalahanmu.” Jawab Hyun-ri membalas ucapan Kyuhyun.

“untuk yang kemarin. Aku telah membuatmu sakit hati. Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu.” Kata Kyuhyun memulai pembicaraan yang agak serius. Hyun-ri yang mendengarnya takut jika ia mengatakan yang sebenarnya yang selama ini sudah ia ketahui dari Victoria. Dengan segenap keberanian, ia akhirnya memantapkan keputusannya untuk mengakhiri ini semua.

“aku tahu. Victoria eonni sudah menceritakannya semua. Kau tidak bersalah Kyu. Yang seharusnya minta maaf itu aku bukan kau. Maaf Kyu. Jeongmal mianhae.” Kata Hyun-ri menundukkan kepalanya.

Keberaniannya yang sedari tadi ia kumpulkan demi mengatakan ini semua. Dan ia merasakan kelegaan yang luar biasa. Kyuhyun senang mendengarnya. Lalu ia tersenyum. Hyun-ri masih menundukkan kepalanya. Ia yang merasa di perhatikan lalu mendongak. Melihat Kyuhyun yang masih menatapnya, Hyun-ri menjadi gugup. Jantungnya berdetak cepat sekali seakan-akan ingin melompat keluar. Tak sperti senyuman biasa yang Kyuhyun berikan kepada fansnya. Senyuman ini mengisyaratkan ketulusan. Serta tatapan yang lembut. Membuat pipi Hyun-ri memerah. Hyun-ri menyangka wajahnya merah seperti tomat. Reflek ia menunuduk lagi. Kyuhyun terkekeh melihat tingkah laku Hyun-ri yang malu-malu.

“Ada apa Kyu? Kau tertawa sendiri?” tanya Eunhyuk yang tiba-tiba sudah ada di belakang mereka berdua.

“An..Aniyo” kata Kyuhyun gugup. Lalu ia mengalihkan perhatian ke televisi yang sedng menyala.

“Ayo berangkat semuanya sudah siap” ucap Jung Hoon di depan pintu. Kyuhyun dan Hyun-ri bangkit berjalan mengikuti Eunhyuk yang sudah mendahului mereka berdua.

Di dalam mobil mereka berdua tidak banyak bicara. Hanya tatapan malu ketika salah seorang dari mereka ketahuan sedang menatap satu sama lain. Semua yang berada di mobil tidak menyadari atmosfir canggung di antara mereka berdua. Karena baik Hyun-ri maupun Kyuhyun duduk di bagian paling belakang. Sehingga semua orang tidak tahu apa yang sedang mereka berdua lakukan.

Tapi salah seorang dari mereka mencuri lihat apa yang sedang kedua orang itu lakukan. Pria itu adalah Sungmin yang melihat dua orang sedang canggung satu sama lainnya. Sungmin pun tersenyum melihat tingkat laku kedua orang itu. Ia berpikir sepertinya mereka berdua akan berbaikan sebentar lagi. dan itu di lakukan secara bertahap. Mengingat perasaan Hyun-ri  yang agak sedikit belum bisa di luluhkan oleh adiknya itu. Mungkin ini akan menjadi awal yang baik bagi hubungan mereka berdua. Sungmin tersenyum lagi dan berdoa semoga apa yang Kyuhyun dan Hyun-ri jalani menjadi yang terbaik bagi mereka berdua. Dan Sungmin akan memastikan itu akan terjadi.

o.O

9.00 PM

Hening. Hanya ada suara napas helaan dari Hyun-ri di ruangan ini. Hyun-ri memang sedang menunggu semua member yang sedang tampil mengisi sebuah acara variety show. Ia tidak mau keluar karena sudah sangat lelah mempersiapkan pakaian dan segalanya tadi. Hyun-ri kembali mengingat kejadian tadi siang saat Kyuhyun mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Dan keberaniannya untuk mengungkapkan permintaan maaf pada pria itu. Hyun-ri merasakan kelegaan yang luar biasa setelah mengatakannya. Dan reaksi yang di berikan oleh Kyuhyun juga membuatnya juga senang. Setidaknya pria itu bisa menerima permintaan maafnya. Walaupun ia tahu jika ini hanya kesalahpahaman di antara mereka. Membuat hubungan mereka renggang bahkan Hyun-ri sampai menghindarinya. Hyun-ri memikirkan bahwa ini awal yang baru bagi antara dirinya dengan Kyuhyun. Mungkin ia bisa memulai kembali hubungan seperti dulu. Memikirkan itu semua membuat wajah Hyun-ri memerah.

Tiba-tiba pintu terbuka, yang membuat Hyun-ri terlonjak kaget. Kyuhyun masuk dengan terburu-buru. Hyun-ri yang melihatnya bingung, Apa yang membuat Kyuhyun tergesa-gesa. Kyuhyun lalu memandang Hyun-ri sebentar lalu menghela napas.

“Ada apa?” tanya Hyun-ri bingung dengan sikap Kyuhyun.

“Aniyo, aku tidak mau di luar terus menerus. Membuatku mual saja.” jawabnya dengan dengan pelan. Kyuhyun pun duduk di sebelah Hyun-ri.

“Memang ada apa? Apa kau sakit?” tanya Hyun-ri khawatir saat Kyuhyun mengatakan ingin mual.

“eopso, hanya saja memuakkan melihat kemesraan pasangan ikan yang berlebihan itu. Dan mereka merencanakan sesuatu untukmu.” Jawabnya. Kyuhyun bersedekap di depan dadanya. Tidak habis pikir bahwa pasangan ikan itu merencanakan pesta kejutan untuk Hyun-ri. Padahal ulang tahun gadis itu sudah lewat. Hyun-ri yang mendegarnya langsung menolehkan kepalanya. Menatap Kyuhyun yang tidak mengerti yang di maksudkan oleh pria disampingya ini.

“Rencana apa?” tanya Hyun-ri kaget dengan pernyataan Kyuhyun.

“Hanya rencana kejutan ulang tahunmu. Dan yang terpenting, aku di suruh mereka untuk terlibat. Mereka juga memeragakan rencana mereka dengan segela keromantisan yang membuatku ingin muntah saat itu juga.” Kata Kyuhyun dengan wajah yang ingin muntah mengingatnya.

“Seberapa menjijikkannya? Aku penasaran apakah aku bisa menggagalkannya. Dan aku benci perayaan. Apa lagi perayaan berkurangnya umurku. Menggelikan.” Ucap Hyun-ri dengan raut wajah kesal. Ia mendengus pelan memikirkan pacar dari seorang Donghae yang mempunyai rencana ini. Pasti bisa di bilang Hyun-ri tidak menyukai gagasan perayaan hari yang paling di bencinya itu.

“Hanya pelukan dan ciuman. Dan ku pastikan itu akan membuatmu mual jika melihatnya langsung jika mereka melakukannya di depanmu. Sebegitu bencinya kah kau dengan hari ulang tahunmu. Sampai-sampai kau ingin menghancurkan perayaanmu sendiri.” Jawab Kyuhyun geli.

“Sangat membencinya. Karena hari itu aku kehilangan semuanya.” Kata Hyun-ri dengan wajah sedih.

“Mian.. membuatmu sedih” sesal Kyuhyun dengan raut menyesalnya.

Cukup lama keheningan melanda mereka berdua. Hingga pintu terbuka dan satu per satu member masuk dan duduk beristirahat. Dan di ikuti seorang gadis masuk dengan senyuman lebarnya yang tersungging di bibirnya.

“apapun yang kau rencanakan, akan ku pastikan aku akan membencimu selamanya” ujar Hyun-ri. Yang di sambut raut terperangah oleh semua orang yang berada di ruangan itu. Hyun-ri langsung saja bangkit dan keluar dari ruangan itu. Sebelum di tanyai macam-macam oleh gadis yang sebentar lagi mungkin akan marah padanya. Setidaknya ia harus menghindar.

“Mwo?? Yak! Cho Kyuhyun! Kenapa kau beritahu dia!” teriak Yoon-yi pada Kyuhyun. Yang di balas oleh tatapan meremehkan dari Kyuhyun.

“Aku hanya jujur padanya” jawab Kyuhyun enteng. Yoon-yi menatapnya tajam.

“Payah!. Dan kau berhutang penjelasan padaku,” ucap Yoon-yi kesal. Gadis itu hanya menggerutu tidak jelas. Karena rencananya sudah terbongkar bahkan sebelum terlaksanakan. Kyuhyun hanya menghiraukan perkataan Yoon-yi dan mulai bermain PSP.

Hyun-ri masuk bersama beberapa orang yang merupakan staf make up Super Junior. Alih-alih duduk, Hyun-ri malah mengambil make up remover dan kapas. Ia berjalan menuju Kyuhyun. Hyun-ri tahu jika pria itu pastinya akan berkutat dengan PSP nya ketimbang membersihkan make up terlebih dahulu. Dan itu akan berlanjut hingga mereka sampai di dorm. Bahkan Kyuhyun akan langsung tidur tanpa bersusah payah mencuci mukanya. Alhasil keesokan paginya Kyuhyun akan berteriak pada semua orang jika ada jerawat yang bersarang di kulit wajahnya. Hyun-ri menghela napas dan duduk di samping Kyuhyun dan mulai menuangkan cairan pembersih di atas kapas.

Kyuhyunpun dengan santainya menoleh kan wajahnya tanpa mengalihkan perhatiannya pada PSP. Hyun-ri yang kesusahan langsung saja merebut PSP Kyuhyun.

“Yak! Kembalikan Hyun!!!” bentak Kyuhyun menggapai PSP nya yang di sembunyikan Hyun-ri di balik badannya. Semua orang yang melihatnya hanya takjub. Ada sebuah tontonan yang sangat langka. Perhatian Hyun-ri kepada Kyuhyun yang sekarang di perlihatkannya merupakan keajaiban sejak gadis itu berubah menjadi pribadi yang tertutup.

“Shiroe!!! Bersihkan wajahmu! Yak! Berhenti! Yak! Geliiii… hahahahah,” Hyun-ri yang mendapat serangan gelitikan dari Kyuhyun hanya bisa pasrah ketika pria itu berhasil mengambil PSP nya lagi. Akhirnya dengan kerja keras, Hyun-ri membersihkan wajah Kyuhyun.  Walaupun dengan perlawanan Kyuhyun yang membuat Hyun-ri kewalahan. Pria itu sangat suka menggoda Hyun-ri. Setelah sikap Hyun-ri yang mulai berubah padanya. Ia dengan leluasa menyalurkan perhatiannya kepada gadis itu.

Yoon-yi yang masih berada di ruangan itu hanya bisa tertegun melihat Hyun-ri yang sudah seperti biasanya. Apalagi hubungannya dengan Kyuhyun sepertinya mulai membaik. Perasaan Yoon-yi sangat lega. Melihat adiknya yang sudah mulai menerima Kyuhyun lagi.

o.O

29 November 2012

09.00 AM

Seorang gadis berlari kesana kemari seperti burung yang terbang. Dan seorang pria hanya melihat gadis di depannya dengan kesenangan tersendiri melihat gadis itu sibuk membawa barang-barang yang harus di siapkan untuk seluruh member. Kyuhyun menatap Hyun-ri sembari terkekeh pelan. Sangat lucu melihatnya panik dan mulai berlajaan seperti setrikaan tatkala salah satu barang yang harus di bawanya menghilang entah kemana. Dan Kyuhyun hanya membiarkan gadis itu berlarian di ruang tengah sibuk mencari benda tersebut.

Kyuhyun menebak bahwa barang itu sudah berada dalam tas gadis tersebut. Tetapi Hyun-ri tidak menyadarinya. Kyuhyun meraih tas yang berada di sampingnya dan merogoh saku depan tas tersebut. Lalu ia tersenyum. Dugaannya benar gadis itu ceroboh sekali. Sampai tidak melihat benda yang di carinya di bagian lain dari tasnya.

“Hyun~a berhentilah berlari. Kau membuatmu pusing” ucap Kyuhyun yang langsung membuat Hyun-ri berhenti berjalan. Kyuhyun pun memberikan benda yang di cari Hyun-ri tadi. Gadis itu lagsung saja meraih benda tersebut, lalu tersenyum puas.

“Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Aku mencarinya seperti orang gila. Ini sangat berharga bagiku” kata Hyun-ri yang memasng wajah paling cerah hari ini.

“kau itu ceroboh sekali. Tidak mencarinya di seluruh bagian tas. Bukan hanya satu saja. lalu untuk apa kau membawa iPod itu kemana pun? Dan kulihat itu sama seperti iPod yang lain tidak ada bedanya” balas Kyuhyun yang kini menatap Hyun-ri dengan seringaian khas pria itu.

“Ini… eumm… bukan urusanmu! Ini sangat berharga bagiku. Dan kau jangan sekali-kali membukanya. Kalau tidak aku tidak segan-segan akan membunuhmu saat itu juga” ancam Hyun-ri dan hanya di balas oleh Kyuhyun dengan dengusan pelan.

“Menggelikan sekali. Aku jadi penasaran dengan isinya. Boleh aku melihatnya?” tanya Kyuhyun yang langsung di balas dengan tatapan bengis gadis itu. Hyun-ri lalu memasukkan iPod itu kedalam tasnya. Kyuhyun yang melihatnya hanya terkekeh geli. Ia sangat suka menggoda gadis pujaannya itu.

“Kajja, kita kebawah. Sebentar lagi kita akan berangkat.” Ajak Kyuhyun. Ia mengulurkan tangannya kepada Hyun-ri dan di sambut gadis itu dengan senyum simpul dan meraih tangan Kyuhyun.

Tiba-tiba Hyun-ri menariknya hingga pria itu menatapnya tepat pada wajah Hyun-ri. Wajah mereka berdua hanya berjarak beberapa sentimeter saja. Kyuhyun merasakan hembusan nafas Hyun-ri yang lembut membelai wajahnya. Sebaliknya Hyun-ri sangat gugup berhadapan dengan wajah Kyuhyun yang berjarak dekat.

“Kau akan tau isinya. Tunggu hingga saat itu datang. Tidak akan lama. bersabarlah” gumam Hyun-ri lirih yang bisa di dengar oleh Kyuhyun dengan jelas.

Dan kata-kata tersebut membuat tubuh Kyuhyun kaku. Tapi hanya sesaat. Sebelum ia sadar sepenuhnya, Hyun-ri telah melayangkan sebuah kecupan ringan di pipi pria dihadapannya. Kyuhyun kaget dengan perlakuan Hyun-ri. Hyun-ri pun bangkit dari duduknya dan menarik tangan Kyuhyun. Kyuhyun yang mengerti hanya menggenggam erat tangan Hyun-ri yang bertautan dengan tangannya saat ini. Sekilas ia melihat pipi gadis itu memerah. ‘Seperti nya ia malu’ batin Kyuhyun.

“Kajja.. nanti kita ketinggalan pesawat” ajak Hyun-ri. Yang hanya di balas dengan senyuman hangat dari Kyuhyun yang mengikuti Hyun-ri dari belakang.

o.O

29 November 2012

Hongkong

07.00 PM

Hyun-ri melangkah gontai di koridor menuju kamar hotelnya. Ia sangat kelelahan setelah perjalanan panjang menuju Hongkong. Besok acara MAMA 2012 akan di gelar di kota itu. Dan salah satu pendukung acaranya adalah Super Junior. Dan salah satu alasan lainnya ialah mereka juga di nominasikan dalam beberapa kategori penghargaan. Hyun-ri di haruskan mengikuti mereka karena sejak kemarin ia sangat sibuk kuliah. Jadi ia harus rela ikut. Dan mengingat setiap Super Junior pergi keluar negeri, ia memang di wajibkan ikut. Karena ia bisa diandalkan dalam berbicara bahasa inggris kepada staff dari negara lain.

Kyuhyun menunggu Hyun-ri yang berjalan menuju kamarnya. Gadis itu terlihat lelah. Sejak tadi Hyun-ri hanya menunduk memandang karpet sepanjang koridor. Akhirnya ia mendongak dan di kejutkan oleh kehadiran Kyuhyun yang berada di depannya. Raut wajahnya terkejut sekaligus memerah karena malu. Sejak tadi Kyuhyun memperhatikan tingkah Hyun-ri yang agak gugup.

“kau sudah makan?” tanya Kyuhyun pelan.

Hyun-ri hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian menunduk kembali. Melihat itu, Kyuhyun hanya tersenyum mengingat gadis itu masih malu-malu di depannya.

“Bukankah dari tadi siang kau belum makan. Semuanya sudah berkumpul di restoran. Aku menunggumu dari tadi. Ayo kebawah, aku lapar” Ajak Kyuhyun. Ia mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Hyun-ri.

Mereka berdua akhirnya turun ke restaurant di lantai bawah hotel. Hyun-ri yang saat itu sedang melihat suasana restaurant, terpaku melihat sosok yang masuk ke dalam restaurant, ia bahkan mengenal sosok itu. Seketika tubuhnya kaku, otaknya mengulang kejadian beberapa tahun lalu. Hyun-ri hanya mampu menundukkan kepalanya dalam-dalam. Kyuhyun yang melihat itu, menatap Hyun-ri yang menunduk. Sepertinya ada yang tidak beres dengan gadis itu.

“Hyun~a kau kenapa?” tanya Kyuhyun khawatir. Pria itu duduk tepat di sebelah gadis itu.

“Aniyo, aku baik-baik saja.” Jawab Hyun-ri masih dengan wajah menunduk. Tetap saja raut wajah Kyuhyun tidak berubah lega. Ia masih mengkhawatirkan gadis itu.

Hyun-ri langsung masih menunduk ketika mereka semua sudah selesai makan. Ia menghindari sosok lelaki yang membuat Hyun-ri syok. Ia bahkan mengacuhkan pertanyaan dari semua member. Ia hanya diam saja. Tanpa berkata apapun. Kyuhyun bahkan masih mengkhawatirkan keadaan gadis itu. Apakah ia sedang sakit sehingga bersikap seperti itu.

o.O

Hyun-ri tahu suatu saat ia akan bertemu dengan orang tersebut. Itulah resiko saat Hyun-ri memutuskan bekerja di dunia entertainer. Sejak makan malam, Hyun-ri merasa gelisah. Ia takut akan di temukan oleh orang itu dan di bawa entah kemana. Ia takut kejadian beberapa tahun lalu terulang lagi. Di saat ia harus di olok-olok dan di hina akibat kematian kedua orang tuanya. Dan makian itu terus terngiang samapi sekarang. Sakit hatinya yang tak kunjung sembuh sejak kejadian itu terjadi. Yang mengakibatkan kehidupan Hyun-ri berubah. Sifat yang dulu periang dan ceria menjadi sosok yang murung, pendiam, dan suka menyendiri. Senyuman yang selalu ia sunggingkan di bibirnya sekarang hanya berupa segurat senyum datar. Dan mata yang ikut tersenyum pun juga ikut hilang.

Persiapan untuk acara malam nanti sudah dilakukan sejak kemarin. Hyun-ri bahkan sangat sibuk dari kemarin. Sehingga Kyuhyun hanya memandangnya dari tadi saat Hyun-ri bolak- balik mengatur semua persiapan perform nanti malam. Semua hyungnya ikut mengatur semua persiapan. Ia hanya duduk-duduk di ruang tunggu sambil memainkan PSP nya bosan.

“Kyu, saatnya rehearsal.” Kata Jung Hoon.

“ne.” Jawab Kyuhyun. Ia bangkit menuju pintu. Kyuhyun berpapasan dengan Song Joong-Ki.

“ah, Kyuhyun~ssi. Anyeong.” Sapa Joong-Ki pada Kyuhyun.

“Anyeong, Joong-Ki hyung. Apa kabar?” balas Kyuhyun.

“Baik. Kau bagaimana?”

“hanya sedikit lelah dengan jadwal yang padat. Hehehehe. Oh iya hyung, ku dengar kau yang menjadi MC hari ini?”

“iya, padahal aku tidak pintar memandu suatu acara”

“Hyung, aku permisi dulu. Aku harus rehearsal dulu. Anyeong” pamit Kyuhyun.

“ne. Anyeong. Fighting!”

Ketika Kyuhyun akan menuju stage, Hyun-ri berjalan didepan Kyuhyun. Kyuhyun pun memanggil namanya. Agar gadis itu menunggunya.

“HYUN-RI!!” teriak Kyuhyun.

Hyun-ri yang di panggil langsung menoleh ke belakang. Belum sempat Hyunri menjawab panggilan Kyuhyun, ia terpaku dengan seseorang di belakang Kyuhyun yang menatapnya tidak percaya. Yang tidak lain adalah Song Joong-ki yang belum beranjak dari tempatnya.

“Hyun-ri” panggil Joong-Ki lirih.

“Hyun-ri, kau kah itu” ulangnya lagi. Joong-Ki menangis. Kyuhyun yang tidak tahu ada hubungan apa antara Hyun-ri dan Joong-Ki, menatap keduanya dengan tatapan bingung.

Hyun-ri dari tadi tidak bergerak. Terpaku melihat Joong-Ki yang memanggilnya dari tadi sembari menangis. Ia masih terkejut dengan pertemuan mereka saat ini.

“Oppa” panggil Hyun-ri pada Joong-Ki.

 

TBC

사랑해요 ….

사랑해요 ....

 waktu dan jarak memang memisahkan kita tetapi aku tetap berada di sisimu. dan selamanya akan seperti itu.

aku mencintaimu….

– Kyuhyun –

Hyun-ri menghela nafasnya membaca pesan multimedia yang di kirimkan oleh pria itu. pria yang menjadi kekasihnya. dan pada akhirnya ia akan berteriak dalam hati. atas kegembiraannya saat kekasihnya itu menyatakan untaian kata-kata manis yang akan membuatnya merona saat memandang wajah pria itu.

“apa yang harus aku balas padanya?” tanya Hyun-ri pada dirinya sendiri.

matanya berbinar saat terpikir sebuah pemikiran yang sangat bagus. lalu ia membuka akun media sosialnya. yang tak lain adalah twitter. di tulisnya kata-kata untuk membalas pria itu.

dan aku akan tetap menunggumu di sini untuk melihat apakah yang kau katakan itu benar atau hanya bohong belaka.

1-4-3..

Ficlet : Happy b’day uri evil Kyu…

image

Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Hyunri

Happy Reading ^^

2 february 2013
8 am

Besok bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Tetapi yang menjadi.masalah adalah aku bingung akan memberi hadiah apa padanya. Sebuah ide pun muncul. Kenapa tidak terpikirkan olehku dari tadi. Sebuah kejutan manis untuknya. Ku buat saja sebuah kue ulang tahun.

Dan kalau aku boleh jujur,aku bukanlah tipe gadis yang dengan suka rela berkutat di dapur. Karena aku tidak bisa memasak. Aku menghela napas. Apa aku mampu melakukannya? Baiklah akan ku coba. Semangat Hyunri kau pasti bisa.

O.o

Seharian ini aku mencoba peruntunganku di dapur. Dan hasilnya adalah sebuah kue yang tidak terlalu bagus. Dan sepertinya masih bisa di makan.

Aku hanya mampu menatapnya. Kyuhyun pasti tidak mau memakannya. Pria itu pasti tau kalau kemampuan masakku di bawah rata-rata.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku agak khawatir jika Kyuhyun tidak mampir ke apartemenku sesuai keinginanku tadi pagi saat aku menelponnya.

Tepat pukul 11, bel apartemenku berbunyi. Aku pun bergegas membukanya. Ternyata dia datang. Sungguh lega perasaanku.

“Hai” sapanya padaku.
“Hai. Bagaimana harimu?” tanyaku mengawali pembicaraan. Kami duduk di sofa ruang tengah.
“seperti biasa. Aku lelah. Hari ini aku menginap di sini ya.” ucapnya manja sambil membenamkan wajahnya di perutku yang agak membuncit. Aku memang hamil. Sudah 5 bulan.
“bukankah besok oppa ada jadwal?” kataku sembari mengelus-elus rambutnya.
“eopseo, aku libur. Dan aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu” jawabnya.
“baiklah… Dan sekarang,oppa ikut aku.” aku bangkit dari dudukku dan menarik tanganny ke arah dapur apartemen kami.
Kulirik ia hanya mematung. Melihat semua hidangan di atas meja makan. Ku dorong dia untung duduk di kursi. Lalu aku duduk di sampingnya.

“Kau yang menyiapkannya?” tanyanya padaku. Aku hanya mengangguk.
“kau yang memasak?” tanyanya lagi. Kuberi ia anggukan lagi. Iahanya terperangah melihat aku melakukan ini.
“saengil chukkae oppa” ucapku saat aku melihat jam telah menunjukkan waktu tengah malam.

Ia tersenyum kepadaku. Lalu ku cium dia di pipinya. Ia kaget atas perlakuanku. Tidak menyangka aku yang menciumnya dulu. Ku ambil kue di kulkas lalu menyalankan lilinnya.

Aku menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Ia pun memejamkan matanya mengucapkan harapan dan doanya. Lalu meniup lilin.

Dia mengambil pisau lalu memotong kuenya. Aku hanya berharap-harap cemas kalau rasanya tidak enak.

Ia memakan sepotong kue yang tadi di potongnya.

“bagaimana rasanya? Buruk?” tanyaku.
“bukan masalah rasanya Hyun” jawabnga. Aku masih menatapnu penuh harap. Semoga kue itu tidak beracun.
“lalu?” tanyaku memastikan
“kuenya enak. Cobalah” timpalnya. Menyodorkanku potongan kecil kue.
“otte? Enak kan?” tanyanya. Aku hanya mampu tersenyum.
“oh iya, oppa harapanmu tadi apa?” tanyaku.
“eum… Bimilya (rahasia)” jawabnya. Aku pun mengerucutkan bibirku tandaaku sedang kesal padanya.

Ia pun terkekeh. Lalu menarikku untuk memelukku. Ia menyardarkan dagunya di puncak kepalaku.

“gomawo. Terima kasih atas kerja kerasmu membuat ini semua. Padahal kau tidak bisa memasak. Tapi kau bekerja keras untukku. Jeongmal gomawoyo Hyun~a. Dan aku sangat bahagia. Terima kasih Hyun, sudah memberikan yang terbaik untukku. Sarangahae” kata Kyuhyun. Lalu ia mengecup puncak kepalaku.

“Nado saranghaeo oppa” balasku. Aku tak tahu apa yang akan aku lakukan. Aku hanya mampu menyurukkan kepalaku ke arah dadanya. Mendekapnya. Kyuhyun merasakannya. Lalu mengeratkan pelukannya padaku.

Sungguh bahagianya aku di dunia ini. Menjadi seorang istri seorang Cho Kyuhyun dan akan selalu mendampinginya. Sampai maut memisahkan.

End

Anyeonggg…… Ini dikatakan apa ya? Ficlet mungkin apa mini ff ya? Hahah terserahlah..

Dan ini aku buat demi setan ku seorang yang hari ini berulang tahun ke 26 *korean age*. Eh tapi gambarny 25 *international age*

Yesunglah ya. Aku tau ini jauh dari kata sempurna dan bisa di namakan hancur. Ini aku buat dalam waktu 1 jam dan nulisnya dari hape. Hehee ^^

Mohon like dan comment yanv membangun. Oh iya untuk ff Show me your love aku lum tau bisa bkin kpan. Maklum status mahasiswa tingkat akhir yang membuat aku agak stres akhir2 ini. Huft  >.<

Ah iya sampai lupa SAENGIL CHUKKAE KYUHYUN OPPA… SAENGIL CHUKKAE URI NAMPYON… kekekek ㅋㅋㅋㅋ

Pokoknya uri evil semoga tmbh pjg umur, tmbh rejeki, tmbh evil,tmbah mempesona tiap hari ^^ dan siap2 bkin kyuna adek ya kyu.. Arraseo🙂 :*

Feeling Of Heart

jsljs

Cast :

Lee Donghae

Jung Yoon-yi

Other Cast

Lee Hyun-ri

Cho Kyuhyun

Other member Super Junior

Anyeong…..

di sela-sela waktu bikin KTI akhirnya aku bisa menulis ni ff yang super Gaje… hehehehe😀 oh iya ff ini di buat  untuk SHERA eonni yang ultah tanggal 28 januari..

Eonnii….. kurang apa aku?? udah aku kasih ni ikan busukmu.. yang jeelllllleeeeeeeeeeeeekkkkkk bin busuk..

No Copy, No Paste, No Bashing, No PLAGIAT!!

Happy Reading ^^

Han River, Seoul
15 January 2013
7 pm

Cuaca dingin yang menyelimuti kota Seoul membuat seorang gadis makin merapatkan mantel yang ia pakai. Musim dingin sungguh membuatnya tidak bisa leluasa keluar. Ia baru saja pulang dari kantor tempatnya bekerja. Tapi ia menyempatkan diri memandangi sungai Han yang menjadi icon wisata di Seoul. Gadis ini bernama Jung Yoon-yi.
Selama beberapa menit ia hanya memandang kerlap kerlip lampu kota yang berada di seberang sungai Han. Rasa rindu yang ia rasakan sungguh menyesakkan hatinya. Entah sejak kapan ia mulai lemah. Padahal ia memang tidak pernah begini. Ia bahkan terbiasa jika harus jauh dari orang yang sangat ia rindukan sekarang. Kesibukan kerja lah yang membuat gadis ini tak bisa selalu bersama dengannya. Tapi ini berbeda dari yang sebelumnya.
Perkataan yang sangat ia ingat dari temannya, bukan sekedar teman. Melainkan sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Perkataan yang membuatnya lemah. Adiknya mengatakan bahwa kekasihnya harus menetap di China selama 6 bulan. Dikarenakan kesibukannya yang memang bekerja di dunia entertainer. Kekasih yang sering di elu-elukan oleh penggemarnya. Ia salah satu member boyband yang terkenal di Korea. Kekasihnya bernama Lee Donghae. Salah satu member boyband Super Junior.
Mengingat itu semua, hatinya seakan lemah. Bisakah ia bertahan selama waktu itu?. Entah mengapa inilah yang membuatnya lemah dan tak bersemangat seperti biasanya. Tapi ia harus tegar. Ia bukanlah gadis yang lemah. Ia sudah biasa dengan situasi ini.
‘ayolah Yoon~a kau harus bisa menerimanya. Kau tak boleh lemah. Inilah konsekuensi pekerjaannya’ pintanya dalam hati. Ia hanya bisa mendesah keras jika memikirkannya lagi.
Beginilah nasib yang harus ia jalani. Sebagai kekasih seorang artis sungguhlah berat. Ia harus bersembunyi dari fans-fans yang selalu mengikuti kekasihnya kemana saja. ia juga tak bisa leluasa berkencan. Ia harus diam-diam dan bersembunyi. Gadis itu menghela napasnya lagi. melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Menunjukkan waktu jam 8 malam.
“aku harus pulang kalau tidak nanti Hyun-ri bisa mengamuk. Apalagi besok pagi ia harus menjemput Kyuhyun di airport” lalu bergegas pulang. Tapi sebelumnya ia harus mampir ke dorm kekasihny untuk membawakan makanan bagi Hyun-ri, teman yang sudah ia anggap adiknya. Jarak dari sungai Han sampai ke dorm agak jauh jadi ia harus berjalan agak jauh.
“merepotkan saja! bukannya dia bisa membelinya sendiri? Kenapa harus aku yang repot?” gerutu Yoon-yi sepanjang perjalanan menuju drm Super Junior.
“kalau bukan karena ancaman itu, aku tidak harus berjalan jauh dari halte ke restoran. Dan harus berbalik arah ke dorm! Awas kau Lee Hyun-ri. Aku tidak akan mengampunimu!” teriaknya sampai semua pejalan kaki berlalu lalang disekitar situ memandangnya heran melihat tingkahnya seperti orang yang tidak waras. Dengan wajah agak malu, ia berjalan cepat menuju ke apartemen tempat tinggal Super Junior.

O.o

Dorm Super Junior
9 pm
Seorang gadis sedang menonton tv saat Yoon-yi datang. Gadis itu menoleh melihat siapa yang datang. Langsung melesat merebut bungkusan berisi makanan yang dibawa oleh Yoon-yi.
“Yak! Yak! Lee Hyun-ri! Kau itu tidak menyapaku malah langsung saja merebut makanan itu. Aku juga lapar. Hei! Kau mendengarku tidak!” teriak Yoon-yi kesal karena orang yang ia teriaki mengacuhkannya. Hyun-ri hanya menoleh sekilas dan melanjutkan makannya.
“Kau itu seperti orang tidak makan 1 minggu saja. Apa setan mu itu tidak memberimu makan? Sampai-sampai kau harus menyuruku mambelinya.” Gerutu Yoon-yi sembari makan makanannya.
“Eonni, apa kau tau aku sedang menabung untuk…” jawaban Hyun-ri terpotong jika saja ia tidak ingat kenapa ia harus menabung akhir-akhir ini untuk membelikan gadis yang di depannya hadiah.
“untuk apa? Yak! Jawab! Pasti untuk setanmu itu” sergah Yoon-yi menebak jawaban yang di lontarkan Hyun-ri.
“Bukan… aku hanya sedang ingin hemat saja. pengeluaranku bulan ini hampir 1 juta won. Aku bisa di bunuh bibi kalau tidak bisa berhemat. Dia sungguh menyeramkan kalau sedang marah” kilah Hyun-ri bohong. Yang sebenarnya Hyun-ri hanya ingin membelikan kakak nya ini sebuah hadiah yang berasal dari uangnya sendiri. Bukan dari hasil pemberian bibi nya yang sekarang menjadi orang tua angkatnya.
“Haish, kau itu boros sekali. Sudah berapa banyak uang yang kau belikan novel-novel yang menumpuk di kamarmu itu?” Hyun-ri hanya mengendikkan bahunya.
Hyun-ri sudah lupa berapa banyak uang yang ia keluarkan untuk membeli koleksi novelnya. Uang yang ia gunakan memang bukan dari bibi atau pamannya. Gaji yang ia dapatkan saat ini sangatlah banyak. Ternyata bekerja menjadi manager memang gajinya besar tetapi resikonya juga besar. Dari mulai tidak bisa kuliah seperti biasa atau bisa dibilang ia harus sering bolos, sampai kelelahan yang luar biasa. Belum lagi ia harus mengurus dorm Super Junior. Baik lantai 11 maupun 12. Yang setiap hari seperti kapal pecah.
Mau bagaimana lagi, Hyun-ri tidak mau bergantung kepada paman dan bibinya. Ia harus belajar mandiri. Hyun-ri mengela napasnya mengingat itu semua. Dan ia ingat sekali rencana yang di susun oleh kekasih gadis yang ada di depannya ini. Untung saja ia tidak membocorkan rencana ini. Rencana kejutan ulang tahun Yoon-yi. Ia harus sedikit membohongi kakaknya ini. Demi kelancaran rencana ini.
‘Maafkan aku eonni. Mungkin akhir-akhir ini akan sangat menyusahkanmu. Ini untuk kebaikanmu juga. Maaf juga mungkin agak menyakitkan untukmu. Semoga saja kau bisa bertahan. Hanya sampai hari bahagiamu tiba’ batin Hyun-ri dengan senyum yang tersungging dibibirnya. Membuat Yoon-yi bergidik melihatnya.
“ada apa denganmu Hyun? Kau seperti setanmu itu? Jangan-jangan kau sedang kerasukan teman setanmu itu?” bukannya menjawab Hyun-ri malah mendelik ke arah Yoon-yi. Memberikan death glare paling menyeramkan.

o.O

Incheon Airport
16 January 2013

Hyun-ri hanya duduk di ruang tunggu bandara. Mengingat di luar sana banyak sekali elf yang menunggu kedatangan idola mereka. Kalaupun ia menunggu di luar, mungkin saja ia akan terlindas oleh banyaknya orang yang berdesak-desakan. Untung saja ia di perbolehkan menunggu Kyuhyun di dalam. Inilah keuntungannya menjadi staff manager Super Junior. Mendapat perlakuan khusus dari berbagai pihak. Karena perusahaan pasti sudah melobi pihak bandara.
Drrrt… drrtt
Handphone Hyun-ri bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Baru ia akan membuka tasnya, tiba-tiba ia sudah di peluk dari belakang oleh seseorang. Ia bahkan sudah hapal kebiasaan kekasihnya. Kyuhyun hanya menyandarkan dagunya di bahu Hyun-ri.
“Kenapa kau tidak membalas pesanku?” tanya Kyuhyun, belum sempat di jawab Hyun-ri. Pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya. Membenamkan kepalanya ke rambut Hyun-ri, menghirup bau khas gadis itu. Masih di ruang tunggu, ia tidak harus sembunyi-sembunyi. Karena di sini sangat sepi. Ruang tunggu yang hanya di peruntukkan oleh penumpang VIP saja.
“belum ku buka pesanmu. Kau sudah memelukku dari belakang” ujar Hyunri malu. Diam-diam ia tersenyum dengan perlakuan Kyuhyun. Langka sekali sikap Kyuhyun seperti ini. Baru juga berpisah tidak lebih dari 3 hari. Dan setelah ini juga Hyun-ri akan mengikutinya ke China untuk promosi album terbaru Super Junior M.
“Kajja, kita pulang. Aku harus bersiap-siap untuk syuting.” ajak Kyuhyun lalu melepaskan pelukannya.
“hari ini aku akan menemanimu. Oh iya bagaimana rencananya? Tadi malam hampir saja aku kelepasan berbicara pada Yoon-yi eonni,” balas Hyun-ri mengikuti Kyuhyun dari belakang. Di luar ruang tunggu sudah banyak elf yang menunggu sambil berdesak-desakan.
Kyuhyun hanya melemparkan senyum saat mereka masuk ke dalam mobil.
“Nanti kau akan tahu saat si ikan itu bicara denganmu besok” Hyun-ri hanya menggangguk. Mengerti dengan perkataan Kyuhyun. Kyuhyun lalu mengacak-acak rambut gadisnya itu. Membuat Hyun-ri sedikit malu. Tanpa ada yang tahu ada semburat merah yang muncul di pipi Hyun-ri.

o.O

Seoul Agency Office
19 January 2013

Yoon-yi hanya bisa memantau keadaan Donghae dari internet dan dari Hyun-ri. sudah beberapa hari ini memang ia dan Donghae tidak saling berkomunikasi. Entah hanya sekedar sms maupun telpon. Sepertinya Donghae sangatlah sibuk. Apalagi hari ini Super Junior M sedang mengadakan fanmeeting di Nanjing. Hyun-ri tadi sempat mengirimkannya pesan bahwa ia sedang sibuk menyiapkan semuanya. Yoon-Yi menghela napas mengingat pesan Hyun-ri tadi.

From : Hyun-ri
Eonni, mianhae aku baru sempat membalas, aku sangat sibuk. Harus mempersiapkan banyak sekali. Dan aku sangat capek sekali
Ah, ikanmu baik-baik saja. tapi ia agak aneh saat aku menyebut namamu kemarin. Entah perasaanku atau gimana. Ikanmu itu sangat cuek. Padahal aku tau kalian berdua itu saling merindukan. Biasanya ia pasti semangat jika mendengar namamu sambil bersikap manja lalu menelponmu dengan segala kata-kata rayuan yang membuatku mual.
Ya sudah eonni, nanti malam jam 10 mungkin sudah selesai.
Ingat!! Waktu China tentu saja! Bodoh!
Anyeong…

‘Sepertinya memang harus bertahan. Aish, namja itu membuatku gila saja. Arggghhh.. ’ batinnya.
Sehari ini ia hanya bisa menunggu. Ia melirik jam dinding di kantornya sudah sudah jam 5 sore ternyata. Ia harus pulang. Hari ini ia memang tidak ada pekerjaan yang sangat banyak. Mungkin karena ia sudah menyelesaikanny kemarin. Jadi hari ini ia hanya memantau jadwal model-model yang harus melakukan pemotretan hari ini. Tidak terlalu sibuk untuk bisa mengalihkan perhatiannya sejenak dari masalah terbesar hatinya. Merindukan pria yang selama ini mengisi hatinya. Lee Donghae.
Lagi-lagi Yoon-yi menghela napas mengingat pria itu lagi membuat hatinya sesak saja. lebih baik aku pulang dan berendam di air hangat.
‘Nanti malam akan ku telpon Hyun-ri untuk memastikannya baik-baik saja’ pikir Yoon-yi sesaat sebelum membereskan barang-barangnya lalu beranjak pulang.

o.O

Yoon-yi Apartement
7 pm

Sesampainya di apartementnya, Yoon-yi mya masuk ke dalam kamarnya dan mandi. Setelah mandi, Yoon-yi mengahangatkan makanan yang tadi sempat ia beli saat di perjalanan pulang. Ia hanya mengaduk-aduk makanan yang sedang berda di hadapannya tanpa minat. Pikiran gadis ini masih terpaku pada Donghae yang sudah lama tidak memberi kabar padanya. Dengan sangat terpaksa ia harus mencari sendiri.
Tanpa membereskan meja makannya, Yoon-yi langsung mengambil ponselnya. Lalu menghubungi Hyun-ri. Ia harus menghubunginya, walaupun pria itu akan menolaknya. Ia tidak peduli, yang terpenting ia tau keadaannya sekarang. Cukup lama ia menunggu. Akhirnya Hyun-ri mengangkat telponnya.
“Yoboseyo, Hyun~a…” setelah panggilannya di angkat.
“Ne eonni, waeyo?” Jawab Hyun-ri dari seberang.
“eumm, Donghae oppa ada di dekatmu?” agak lama Hyun-ri menjawab. Terdengar suara yang sangat ramai.
“ne. Kau mau berbicara padanya. Kajima…” agak lama ia menunggu.
“Yoboseyo?” tanya suara laki-laki. Ini suara Donghae. Mendengar suaranya seakan beban berat telah terangkat.
“oppa, ini Yoon-yi. Kenapa kau…” Belum sempat Yoon-yi menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba donghae memotongnya dengan kata-kata kasar yang membuat Yoon-yi kaget.
“JANGAN MENGGANGGUKU! AKU SEDANG SIBUK!” ucap Donghae dengan nada kasar dan amarah yang meluap tergambar jelas dari makna kata-katanya tersebut.
“mian..”
BIP.
Sambungan telepon terputus. Belum sempat Yoon-yi membalas ucapannya, pria itu sudah memutuskan sambungannya. Dan menyisakan rasa bersalah dalam diri Yoon-yi. Tanpa sadar, cairan bening keluar dari sudut mata Yoon-yi. Gadis ini menangis. Menangisi pria yang telah membentaknya tadi. Tapi ia menangis karena tidak tahu apa yang salah darinya. Sehingga pria itu membentaknya seperti tadi. Tanpa tahu apa yang telah terjadi.
Drrt drrrt…
Sebuah pesan masuk ke ponselnya yang tergeletak di sampingnya. Yoon-yi menghapus bekas air mata yang berada di pipinya. Lalu membuka pesan tersebut.

From : Hyun-ri
Eonni…
Mianhae, jeongmal mianhae tadi Donghae oppa sungguh keterlaluan. Mungkin dia sedang kecapekan setelah seharian ini.
Jangan di masukkan hati. Ia tak bermaksud begitu. Tidak usah khawatir dengan keadaannya. Ia baik-baik saja. setelah semua selesai ia akan kembali. Kembali menjadi ikanmu yang euh… aku tak sanggup lagi. menjijikkan!
Jangan menangisinya lagi. aku cukup tahu apa yang kau lakukan sekarang.
Nanti aku hubungi lagi.
Anyeong…
PS : jangan lupa makan. Pokoknya saat aku pulang, aku tak mau melihat kantung matamu yang seperti panda saja. Bodoh!

Membaca pesan dari Hyun-ri sungguh dapat membuatnya lega. Tak terasa ia sudah tersenyum lagi. ia tidak membalas pesan Hyun-ri. Mungkin ini sudah teralu malam disana. Hyun-ri pasti sudah tertidur.
Yoon-yi beranjak ke tempat tidurnya dan berbaring. Belum sempat ia memejamkan matanya, sebuah pesan masuk lagi ke ponselnya. Ia melihatnya, lagi-lagi dari Hyun-ri. Tumben sekali ia mengirimi pesan lagi. apa gara-gara ia tak membalas pesannya? Khawatir? Bukan seperti sifat Hyun-ri saja.
Segera saja ia buka pesan dari Hyun-ri. Betapa terkejutnya dengan isinya. Hyun-ri mengatakan kode yang selama ini ia buat bersama Hyun-ri jika kekasihnya melakukan hal-hal yang akan membuatnya sakit.

From : Hyun-ri
Emergency! Ikan mendapat umpannya!
Kalau tidak percaya aku akan mengirimnya secepatnya. Saat ia tidak sadar
Eonni, neo gwenchana?

Tak lama ponsel Yoon-yi bergetar lagi. menandakan ada sebuah pesan lagi yang masuk. Yoon-yi membukanya lagi. ternyata pesan yang berisi foto. Agak menunggu sedikit lama agar pesan itu bisa terbuka. Yoon-yi menatap tidak percaya apa yang ia lihat di ponselnya. Sebuah foto yang menampakkan kekasihnya dengan seorang wanita yang sangat cantik sedang berpelukan. Di bandingkan dengannya, ia bahkan tidak ada secuil pun dari kecantikan wanita itu. Mereka berdua sangat serasi. Tiba-tiba dadanya sakit melihat kekasihnya melakukan skinship pada wanita lain. Padahal saat pria itu syuting drama yang menuntut banyak skinship dengan lawan mainnya, Yoon-yi tidak mempermasalahkannya. Tapi sekarang berbeda. Membuat hatinya sakit.
Cairan bening di pelupuk mata Yoon-yi sudah siap meluncur tanpa ada yang menghentikannya. Seketika air mata itu keluar lagi. tak terbendung lagi. Yoon-yi tak bisa menahan kekecewaannya pada pria yang selama ini ia cintai. Tapi sekarang semuanya sudah jelas. Kenapa tadi Donghae memarahinya. Memikirkan namanya saja sudah membuat hatinya semakin sesak.
Dengan sedikit terisak ia membalas pesan dari Hyun-ri. Tangannya bergetar mengetikkan pesan tersebut. Tapi ia tak sanggup lagi. Yoon-yi malah semakin tenggelam dalam kesedihannya. Yoon-yi pun tertidur.

o.O

Super Junior Dorm
20 January 2013, 7 pm

Yoon Yi POV
Aku harus memastikan perkataan Hyun-ri. Mereka pasti sudah pulang. Termasuk pria itu. Menyebut namanya saja aku sudah tak sanggup. Apalagi menghadapinya nanti. Tapi aku harus mengatakannya. Walaupun harga diriku di pertaruhkan.
Semalaman aku menangisinya. Sekarang aku terlihat lebih tenang, sedari pagi tadi aku berpikir ulang apa aku harus mendatanginya ata tidak. Dan sekarang, disinilah aku. Di depan pintu dorm Super Junior.
Kutekan bell, menuggu untuk di bukanya pintu ini. Sungguh menyebalkan! Lama sekali mereka membukanya!. Pintunya pun akhirnya terbuka. Di hadapanku ada Hyun-ri dengan muka sedikit lesu. Mengingat ia pasti capek sekali.
“eonni!! Masuklah..” ia menggiringku masuk.
“kenapa sepi sekali?” tanyaku ragu.
“ah… Kyuhyun sedang di kamarnya Eunhyuk oppa sedang ke supermarket bersama Ryeowook oppa. Sungmin oppa ke Kona Beans, lalu Donghae oppa sedang di kamar Eunhyuk oppa. Hoaaaammmm…..” jawabnya. Sepertinya ia masih mengantuk.
“apa kau tadi sedang tidur? Aku mengganggumu? Mian” kataku sedikit menyesal.
“aniyo eonni. Aku tadi memang akan tidur lagi. tapi aku lapar. Lalu kau datang. Sebentar… kenapa dengan matamu? Kau menangis?” ucapnya sembari meneliti bagian wajahku. Aku hanya mampu tersenyum pahit. Tidak mengelak dengan pertanyaannya tadi.
“ah… arraseo, ke kamarnya sekarang dan selesaikan urusan kalian. Tapi sebelumnya, tersenyumlah… baru aku akan melepasmu eonni!” kata Hyun-ri. Sedari tadi memang dia tidak melepasnya tangannya yang melingkar di lenganku.
“baiklah” ujarku. Memaksa sebuah senyuman yang amat sangat tidak seperti biasanya. Banyak maksud yang terkandung di dalamnya.
“aku akan melepasmu saat ini tapi aku tidak akan melepasmu jika nanti terjadi yang tidak-tidak selagi kalian di dalam” ucapannya sungguh mengandung ancaman. Dan itu sudah menjadi sifatnya selama ini. Seperti kembaran Kyuhyun. Sifat mereka sama-sama seperti setan.
Akupun bangkit tapi kenapa dia mengikutiku?
“mwo?” kataku padanya. Hyun-ri hanya memperlihatkan seringaiannya yang menurutku amat sangat tahu apa yang akan ia lakukan.
“aku harus membangunkan setan itu sebelum dia mengganggu tidurku nanti. Kau makan malam di sini kan eonni?” jelasnya padaku. Aku hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaannya tadi.
Kamar Kyuhyun berhadapan dengan kamar Eunhyuk oppa. Jadi kami berdua berjalan bersama. Sebelum ia memutar kenop kamar Kyuhyun, Hyun-ri mengepalkan tangannya sembari menyemangatiku. Lalu ia masuk ke kamar Kyuhyun. Ku dengar sedikit kegaduhan di dalam kamar Kyuhyun. Sepertinya pasangan setan itu sedang bertengkar. Ah, biarkan saja. yang penting adalah urusanku dengan pria yang berada di dalam kamar dihadapanku.
Aku pun mengetuknya. Tapi tidak terdengar ada sahutan dari dalam. Sehingga aku memilih inisiatif untuk membukanya.
Brakk…
aku terkejut dengan apa yang ku lihat sekarang. Sebuah pemandangan yang sangat tidak ku percayai. Donghae sedang berciuman dengan seorang wanita yang tidak ku kenal dan bahkan pakaian mereka sudah tidak ada.
“oppa” ujarku lirih melihat apa yang pria di depanku lakukan dengan seorang wanita di kamarnya. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini. Kakiku tidak bisa di gerakkan.
“Yak!!! Siapa yang sedang menggangguku!!!” teriak Donghae saat kegiatannya di interupsi olehku. Lalu ia melihatku di depan pintu. Tatapannya padaku amat sangat marah. Ia tidak pernah menatapku seperti akan membunuhku.
“OMO!” sebuah suara yang yang ku kenal. Suara Hyun-ri yang keget melihat apa yang kulihat saat ini.
“Hyunie ada apa?” suara Kyuhyun yang sekarang menyahut.
Yang kulakukan hanya berdiri di depan lalu pintu di depanku di tutup kasar yang tidak mengubahku untuk beranjak.
BRAAAKK…
Suara Hyun-ri tidak ku dengarkan lagi. ia berbicara agar aku pergi saja. tapi aku tidak bergeming sama sekali.
“eonni!!” teriaknya lagi. aku menghiraukannya saja.
Pintu di depanku terbuka lagi. tiba-tiba Donghae mengatakan kata-kata yang selama ini tidak ku duga.
“untuk apa kau disini? Aku bukan siapa-siapa mu lagi. kau tidak menyenangkan lagi. pergilah!” kemarahanku akhirnya tersulut keluar, lalu aku menamparnya. Sungguh aku sangat sakit hati dengan pekataan yang ia ucapkan.
PLAAAKKK…
Yang ku lakukan sekarang adalah keluar, keluar dari tempat ini. Bukankah ini artinya aku dibuang. Tanpa ada perintah air mataku keluar lagi. aku bahkan tidak sadar bertrabakan dengan Eunhyuk oppa dan Ryeowook oppa yang berada di pintu depan. Mereka menahanku tapi dengan segera aku keluar. Tak kudengar lagi teriakan-teriakan yang memanggil namaku. Hatiku sakit saat ini. Hanya karena seorang pria. Ia membuangku. Seperti sampah yang tidak berguna lagi.

Yoon-yi POV End
o.O
One Week Later
27 January 2013
Guangzhuo, China
3 pm

Hyun-ri melangkah riang keluar dri sebuah cafe yang tidak jauh dari hotel tempat Super Junior menginap selama berada di China. Gadis ini baru saja mendapat telepon bahwa agency tempat bekerja Yoon-yi sedang melakukan tur di China. Dan ternyata mereka menginap di hotel yang sama dengannya. Sehingga ia tidak bisa di katakan gagal membawa Yoon-yi ke China dalam rangka kejutan ulang tahunnya.
Hyun-ri akhirnya sampai di lobi hotel. Segera saja ia naik ke lantai kamarnya berada. Langsung saja ia menyebu tempat tidurnya. Ia sangat kelelahan kemarin. Untung saja hari ini ia mendapat libur satu hari untuk beristirahat. Setelah 1 minggu penuh ia harus berkutat menjalani profesi sampingannya sebagai staff manager Super Junior M selama di China.
Hyun-ri hampir saja tertidur jika dia tidak ingat bahwa ia harus menghubungi Yoon-yi untuk memastikan keberadaannya. Selama ini ia sangat mengkhawatirkan kakaknya itu. Hatinya sangat hancur melihat Donghae yang notabene kekasihnya sedang mencium seorang wanita dalam keadaan telanjang. Tapi sebenarnya ini hanya tipu muslihat dari kekasih gadis itu. Tetapi Yoon-yi sudah sangat sakit hati.
Beberapa hari setelah itu akhirnya ia bisa membujuk Yoon-yi untuk menjalani kehidupannya seperti biasa. 3 hari pertama ia sangat tahu tabiat Yoon-yi yang akan mengurung diri di apartementnya setelah apa yang di alaminya malam itu. Hyun-ri bahkan sangat ingin pulang ke Korea saat itu juga demi memastikan keadaan Yoon-yi saat itu lalu membawa gadis itu ke sini agar rencana yang telah di susun berjalan dengan baik. Tapi mau bagaimana lagi, pekerjaannya sangat menyita waktunya. Dan sekarang doa Hyun-ri terkabul dengan adanya tour yang di adakan oleh perusahaan tempat Yoon-yi berkerja.
Hyun-ri pun menelepon Yoon-yi, mencari tahu gadis itu sekarang berada dimana. Pada nada sambung kedua Yoon-yi pun mengangkatnya.
“Yoboseyo, Eonni!! Eodigayo?” tanya Hyun-ri semangat. Mengawali percakapan mereka.
“Aa.. aku ada di China. Akhh… aku ada di Guangzhuo. Apa apa menelponku? Bukannkah kau sednag sibuk?” jawab Yoon-yi dengan memberondong pertanyaan pada Hyun-ri.
“Aku sedang di Guangzhuo juga. Ayo kita berjalan-jalan berdua. Aku sangat merindukanmuuu…ayolah eonni. Mau yaaaa…” ajak Hyun-ri agak di manis-maniskan agar kakaknya ini mau diajak.
“ne… apalagi aku juga tidak tahu tempat ini. Aku sedang di hotel. Bertemu dimana?”
“di lantai berapa kamarmu?”
“aku di lantai 5 no 289. Jangan bilang jika kau tau dari kantor? Dan jangan bilang kau menginap di sini juga!” sergah Yoon-yi
“heheheh eonni, kau itu cenayang ya? Kenapa semua tebakanmu benar semua? Baiklah aku akan menjemputmu” Hyun-ri hanya tersenyum tapi ia tahu Yoon-yi tidak akan melihatnya.
“dan aku harap dia tidak akan ikut denganmu!” timpal Yoon-yi penuh ancaman.
“tenang saja mereka sedang ada jadwal. Dan aku libur hari ini. See you later…” jawab Hyun-ri singkat. Lalu memutuskan sambungan telepon.
Hyun-ri langsung mengirimkan sms kepada Donghae, bahwa kekasihnya berda di China saat ini. Dan rencana pun di mulai. Hyun-ri pun bergegas mandi, mengingat ini sudah sore dan ia harus bersiap-siap menemui Yoon-yi di kamarnya.
o.O
A park

Setelah tadi Yoon-yi dan Hyun-ri mengelilingi kota. Membeli berbagai macam oleh-oleh khas kota tersebut. Mereka sangat kelelahan dan sekarang hanya bisa duduk-duduk untuk sekedar menghilangkan rasa lelah. Mereka berdua dari tadi sudah berbicara panjang lebar tentang perasaan Yoon-yi sekarang. Tapi yang di tanya hanya mengendikkan bahunya sedari tadi. Hyun-ri merasa bersalah pada Yoon-yi karena agar rencana ini berjalan lancar sehingga harus mengorbankan perasaan yang membuat gadis di depannya menjadi sakit. Hyun-ri hanya mampu menenangkan dan membuat Yoon-yi tersenyum lagi.
“Eonni, neo gwenchanayo?” tanya Hyun-ri ragu-ragu saat melihat ekspresi Yoon-yi yang terlihat tidak baik-baik saja. Yoon-yi tidak menjawab hanya sebuah anggukan yang ia berikan.
Hyun-ri melirik jam tangannya. Menunjukkan pukul 11. Ini adalah saatnya ia harus menyingkir terlebih dahulu. Sebelum semua sandiwara ini selesai.
“Eonni, aku ke kamar mandi dulu ya” belum sempat Yoon-yi menjawab, Hyun-ri sudah pergi.
“Haish, dia itu suka sekali tidak bisa mendengarku dulu. Kenapa menginggalkanku sendirian” gerutu Yoon-yi.
Tiba-tiba lampu di sekitar taman pun mati. Menambah kegelapan di sekitar Yoon-yi. Gadis ini sangat embenci kegelapan.
“Hyun!!! Eodi! Yak!! Kajima!! Aku takut!” kata Yoon-yi histeris melihat sekitarnya menggelap. Karena tiba-tiba semua penerangan di dalam taman sudah mati.
Yoon-yi bahkan sdah terisak. Hyun-ri yang di panggilnya tidak datang. Tangis Yoon-yi pun semakin keras saat tangannya di cengkeram seseorag. Ia makin takut. Takut terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan. Ia takut bahwa yang mencngkeram tangannya adalah psikopat. Yoon-yi berusaha melepaskan cengkeraman tersebut. Tapi ia kalah, tenaga sudah habis. Ia bahakan sudah meraung untuk memohon pada seseorang itu untuk melepaskannya.
“LEPAS!! LEPAS!” mohon Yoon-yi pada seseorang tersebut. Bukannya melepaskan Yoon-yi, orang tersebut memeluk Yoon-yi. Pelukan defensif yang sanga erat. Membuat Yoon-yi sedikit terhenyak. Gadis itus sangat mengenali bau dari orang yang sedang memeluknya. Bau seorang pria yang sudah membuat sakit hatinya selama 1 minggu terakhir. Pria itu Lee Donghae.
“Mianhae Yoon~a…” bukannya Yoon-yi menjawab, ia malah berontak dari pelukan erat pria itu. Membuat Donghae sedikit makin mengeratkan pelukannya.
“lepaskan aku Donghae~ssi.. lepas!” teriakan Yoon-yi di hiraukan oleh Donghae. Pria itu malah membenamkan kepalanya di cekungan leher gadis itu. Menghirup bau yang selama ini sangat ia rindukan.
BUGH…
“Akkkhhhhh….” Donghae mengaduh sakit lalu memegangi matanya yang terkena pukulan Yoon-yi. Mata pria itu pasti akan bengkak besok.
“mian… sakit? Aku minta maaf..” ujar Yoon-yi dengan nada menyesal. Lalu ia melihat keadaan mata Donghae yang tadi tidak sengaja ia pukul.
“Gwenchana… tapi aku harus menyelesaikan ini dulu. Yoon~a… mianhae soal yang kemarin. Bukannya aku tidak mencintaimu lagi, tapi aku mempunyai alasan yang kuat kenapa aku melakukannya. Sungguh aku tak bermaksud begitu” genggaman tangan Donghae pada tangan Yoon-yi sangat erat. Pria itu harus meyakinkan kekasihnya ini.
“tapi kenapa oppa?” tanya Yoon-yi pelan. Tatapannya sendu karena Donghae tidak meu berterus terang.
“apa karena kau sudah tidak mencintaiku lagi?” tambah Yoon-yi menerka-nerka apa yang ada di pikiran pria di depannya ini.
“aniyo. Belum waktunya kau tau. Tapi aku janji akan menjelaskan semuanya” kata Donghae menenangkan. Ucapan pria itu sedikit membuat perasaan Yoon-yi lega. Gadis itu takut bila mimpi buruk yang beberapa hari ini membayanginya benar-benar terjadi. Bahwa pria di depannya ini memang sudah tidak mencintainya lagi.
“tapi mau kan kau memaafkanku? Hanya hal ini yang aku minta sekarang. Boleh kan?” nada yang di gunakan Donghae sangat pelan. Tapi Yoon-yi sanggup mendengarnya dengan jelas. Sekilas Donghae melirik jamnya.
‘Masih ada waktu sedikit lagi’ gumamnya dalam hati.
Dengan sedikit keraguan di hatinya, Yoon-yi memantapkan pilihannya ini. Ia masih sangat mencintai pria di depannya. Masih sangat belum rela jika ia di tinggalkan.
“Oppa… Aku…” katanya terbata-bata. Gugup apa yang akan di katakan pada Donghae.
“Ne? Aku apa?” tanya Donghae ingin tahu.
“Euummmm… Aku memaafkanmu. Kalau sampai itu terulang lagi. aku tidak akan mengampunimu! Ingat itu! Aku akan segera membunuhmu dan mengerjamu sampai ke surga maupun ke neraka. Aku akan menuntut pertanggung…” belum sempat Yoon-yi menyelesaikan kalimatnya, Ia sudah di tarik kedalam pelukan Donghae. Pelukan yang hangat, mengingat cuaca yang saat ini sangat dingin.
“Gomawo Yoon~a. Terserah kau mau apa kan aku yang penting kau memaafkanku.” Ujar Donghae dengan nada senang masih tetap saling memeluk. Donghae akhirnya melepaskan pelukannya. Dan menatap langsung ke mata Yoon-yi lama. Walaupun keadaan masih tetap gelap. Tidak menyurutkan Donghae untuk menatap kekasihnya.
“Oppa, dingin…” ujar Yoon-yi lirih sembari mengusap-usap lengannya agar hangat.
“Yoon~a. Menikahlah denganku.” ujar Dongahe tanpa sadar tanpa mengalihkan fokusnya menatap Yoon-yi.
“Oppa… oppa…” panggil Yoon-yi melambai-lambaikan tangannya ke depan mata Donghae dengan wajah bingung. Mengira ucapan yang terlontar itu hanya gurauan.
“Haish! Aku sedang melamarmu. Kau itu merusak suasana romantisku saja!” kesal Donghae. Yoon-yi hanya terkekeh melihat Donghae sedang melancarkan sikap merajuknya. Ia tahu tadi memang ucapan Donghae sserius. Tapi sesekali ia mau mengerjai prianya.
“Romantis apanya? Ucapanmu itu seperti ucapan setiap hari yang kau lontarkan saat acara di TV saja. hahahaha..” Yoon-yi tertawa, melihat Donghae yang sekarang mengerucutkan bibirnya. Tanda bahwa dia sedang kesal.
“Yoon~a.. kau itu.. menyebalkan!”
“Baiklah, sekarang maumu apa?” tanya Yoon-yi
“Yoon.. ah ani. Jung Yoon-yi, maukah kau menikah denganku? melalui sisa hidup bersamaku?” Ucap Donghae serius. Ia pun berlutut di hadapan Yoon-yi.
Yoon-yi hanya tersenyum dan menarik Donghae agar bangkit. Mengecup pipi pria itu.
“Ne, Aku bersedia.” Ucap Yoon-yi.
BYUURRRRR…..
Seketika lampu taman pun hidup kembali. Dan segerombolan orang yang terdiri member Super Junior M dan Hyun-ri datang menghampiri mereka membawa kue ulang tahun dengan 2 lilin di atasnya. Yoon-yi hanya terpaku melihatnya. Tidak mampu berkata-kata. Karena ia sekarang sedang kedinginan akibat guyuran air dari seseorang. Yang pasti ia akan membalas dendam kepada orang yang sudah melakukannya. Donghae hanya salah tingkah. Melihat kekasihnya itu basah kuyup akibat air yang disiram padanya. Lelaki itu sempat menghindar karena tau yang akan menjadi korban ialah Yoon-yi.
“Saengil chukkahamnida,, saengil chukkahamnida saranghaneun uri Yoon-yi.. Saengil chukka hamnida.”
“Eonni,, tiup lilinnya!!” teriak Hyun-ri
“ucapkan permohonanmu” kata Donghae sambil memakaikan Yoon-yi mantelnya. Ia cukup tahu gadis itu sudah sangat kedinginan. Mengingat cuaca masih masuk musim dingin.
Yoon-yi pun memejamkan matanya sejenak lalu meniup lilin di atas kue yang di bawa oleh Hyun-ri.
“Horeeeeee selamat ya eonni… pertama untuk ulang tahunmu, kau sudah tua ternyata hahaha”
PLETAK
“Yak! Eonni! Yang kedua untuk lamaran ikanmu ini! Wah sebentar lagi kau akan menikah! Chukkaeyo!”
PLUKKK…
Tepat saat Hyun-ri menyelesaikan kamlimatnya. Yoon-yi sudah di beri timpukan kue yang tadi di bawanya. Dan terjadilah kejar-kejaran antara keduanya.
“KYUUUUUU………..” teriak Hyun-ri mencari bantuan. Segera saja ia bersembunyi di balik badan kekasihnya itu.
“Hyun!!!! Dasar dongsaeng kurang ajar! Awas kau ya!” gerutu Yoon-yi karena ia gagal membalaskan dendamnya pada Hyun-ri. Kyuhyun yang tau langsung menatap tajam ke arah Yoon-yi. Yang di tanggapi dengan mata yang sama-sama tajam.
“Yak! Magnae! Jangan kau tatap calon istriku begitu. Aku tidak mau menjadi duda sebelum menikah” teriak Donghae.
“Haish! Yak! DASAR IKAN! PAYAH!” balas Kyuhyun. Lalu menarik Hyun-ri menjauh dari jangkauan Yoon-yi yang bisa membalaskan dendamnya sewaktu-waktu itu.
“ah, aku lupa siapa yang tadi menyiramku?” tanya Yoon-yi menatap semua orang.
“apa? Kau mau balas dendam juga padaku? Tapi akan kupastikan sebelum kau balas dendam ikanmu itu akan mati di tanganku!” teriakan Kyuhyun yang penuh ancaman hanya di tanggapi Yoon-yi dengan mengerucutkan bibirnya.
“Sudahlah.. kau kan tahu pasangan setan itu kalau sudah berbuat onar pasti semua orang terkena imbasnya.” Kata Donghae menenangkan Yoon-yi. Ia sedang membersihkan sisa kue yang ada di wajah Yoon-yi.
“Hyung!!!! Aku lapar!! Ayo makan!” ajak Henry dengan nada memelas.
“Ne, sebentar. Kalian duluan saja.”
“oppa, kau berhutang penjelasan padaku”
“selesai, baik akan ku jawab. Ayo kita makan” Dongahe menarik tangan Yoon-yi agar mengikutinya ke dalam restoran yang dekat dengan taman.
“siapa wanita itu?” tanya Yoon-yi. Ia tidak mau kesalah pahaman terjadi lagi.
“itu hanya akal-akalan pasangan setan itu untuk mengerjaimu. Dan ide itu semua adalah dariku” Yoon-yi melotot ketika mencerna perkataan Donghae.
“maksud oppa?” tanyanya lagi memastikan.
“rencana kejutan ulang tahunmu. Dari aku tidak menghubungimu, lalu aku marah-marah kepadamu sampai kau melihatku di kamar waktu itu. Dan terakhir tadi. Tapi untuk urusan menyiram, menyerangmu, lalu ide wanita di kamar itu bukan ideku.”
“lalu siapa wanita yang bersamamu di kamar” ujar Yoon-yi kesal mendengar penjelasan dari mulut Donghae.
“Itu Sungmin hyung yang menyamar menjadi wanita.” Ucap Donghae santai.
“Mwo? bukankah saat itu Sungmin oppa berada di Kona Beans?”
“kau itu, gampang sekali di bohongi oleh adikmu itu. Tidak mungkin jika kami pergi stelah lelah dalam perjalanan. Dan untuk Eunhyuk dan Wookie. Mereka memang benar ke supermarket. Bahan makanan kami habis.”
“apa?? Jadi maksudmu aku hanya cemburu pada Sungmin oppa yang menyamar menjadi wanita?” teriaknya histeris.
“sudahlah, aku juga tidak akan meninggalkanmu. Ayo kita makan. Aku sangat lapar”
Yoon-yi hanya mampu tersenyum. Setidaknya ia tidak harus bersaing dengan wanita yang membuatnya cemburu. Faktanya itu hanya seorang laki-laki. Dan tidak mungkin juga kekasihnya menyukai sesama jenis.
Dan malam ini bagi Yoon-yi adalah malam yang penuh kejutan. Dan ulangtahun kali ini cukup berkesan karena ia telah dilamar Donghae. Walaupun tadi di interupsi oleh member lainnya. Tapi Yoon-yi bahagia.

END

FLASHBACK

TEEET…TEEET…
“Hyun~a.. bukakan pintunya.” Perintah Kyuhyun dari ruang tengah. Gadis itu sedang di dapur menyiapkan makan malam.
Dilihatnya intercom di dekat pintu yang tersambung langsung pada CCTV di depan pintu. Panik, gadis itu panik. Lalu ia memanggil Donghae.
“OPPAA…… EONNI KESINI!! EOTTHOKHE?” teriak Hyun-ri panik
“haduh, gagal rencanaku nanti untuk menghindarinya.” Ucap Donghae frustasi
“yak! Hyung! Tenanglah…” tanya Kyuhyun
Hyun-ri langsung menatap rambut palsu yang tadi ia pakai saat mampir ke Kona Beans mengantarkan titipan Ayah Kyuhyun pada Ibu Kyuhyun. Otaknya pun bekerja menyusun rencana yang akan membuat Yoon-yi shock.
“Sungmin oppa tolong kau pakai wig ini, lalu kau buka kausmu. Tidurlah di kamar Hyuk oppa bersama Donghae oppa. Seakan-akan kalian sedang melakukan ciuman. Tapi ini hanya pura-pura. Dan biarkan Yoon-yi eonni melihatnya. Dan sekarang cepat lakukan! Aku akan membukakan pintunya. Kyu kau di kamar saja. seolah-olah semua masih lelah. Cepat!” perintah Hyun-ri. Semua orang hanya mematuhinya tanpa ada pertanyaan lalu melaksanakannya sesuai rencana.
Hyun-ri pun bergegas menuju pintu. Menarik napas sesaat lalu membuka pintunya dan memasang muka sehabis tidurnya.
“eonni!! Masuklah..” kata Hyun-ri menyuruh Yoon-yi masuk.

Flashback End

HOHOOHOO ^o^ gimana ff nya gaje kan?? buat Shera eoni a.k.a eonni ikan.. Commentny yang panjang ya.. haus wajib karena dirimu jd tokoh utama. okeyy…!!!!

Super Junior KRY – Promise You

image

PROMISE YOU

[Japanese]

K : (?) 何かをしながら変わっていく季
節を歩いた きっといつでも手をつなぎ
ながらきたんだ

Y: 手探りで進んできた日々も君がいる
から迷わずにこれた 強くいれた どん
な時も

R: これから (???) 景色が変わったと
しても僕らはこのままでいよう

*KRY: Promise you 君を想って僕は生
きるよ 繋がっている 心と心から
Promise you 伝えたいのはただ愛して
る 誓うよ 永遠のかけらを

Y: 小さなケンカも何度もしたね すれ
違い離れた日もあるし

R: その度いつも君が必要ってわかった
んだ
K: 君がもしもつまづく時には誰より一

番に手をさしのべる僕でいたいよ そば
にいさせて
R 別れと出会いを繰り返して中でも僕
らは隣にいよう
Promise you 君を想って僕は生きたい
胸が熱く (????) Promise you 届けた
いのはただ愛してる (??? いつでも勇
敢な日の思い出)

K: もしも明日が闇に飲まれて道標さえ
ないとしても

Y: 怖がることはないよ 腕を離さない
だけで僕らは

R: どこにでも行ける
*繰り返し
!!! 文字化してみましたが間違いがあ
るかも知れません。ご了承ください

>
*****************************
******************

[English]

While doing something, we passed the changing seasons.

Always we came along holding our
hands together.

I could pass the days I wasn’t sure,
because you were here. I could always
stay strong.

The scenery might change in the
future,but us, let’s be always together.

**Promise you. I will live thinking
about you. We are connected by our
heart to heart. Promise you.

What I want to tell you is just that I
love you.

I will promise the piece of eternity.
We’ve had little quarrels. We also had
hard days and left each other for a
while.

But every time, I noticed that I
needed you.

If you have difficulties, I want to be
the first one to give you hand. Please
let me be beside you.

We will experience encounters and
separations, but we, let’s be next to
each other.

Promise you. I want to live my life
thinking about you. My heart is hot.
(????)

What I want to tell you is that I love
you.

I always think of the memories of the
brave days.

If tomorrow is covered with darkness
and there is no sign, don’t be afraid.

As long as we keep holding our hands,
we can go anywhere.

Repeat **

*****************************
******************

[Romanized]

Kawaranai nanikawo sagashinagara
kawatteiku kisetsu wo aruita

Kimito itsudemo tewo tsunaginagara
kitanda

Tesaguride susunde kita michimo
kimiga itakara mayowazuni korareta
tsuyoku ireta

Donna tokimo

Korekara arayuru keshikiga
kawattatoshitemo bokurawa
konomamade iyo

Promise You, kimiwo omotte bokuwa
ikiruyo tsunagatteiru kokoroto
kokorokara

Promise You, tsutaetainowa tada
aishiteru chikauyo eienno kakerawo

Chiisana kenkawo nandomo shitane
surechigai hanareta himo arushi

Sonotabi itsumo kimiga hitsuyotte
wakattanda

Kimiga moshimo tsumazuku tokiniwa
dareyori ichibani tewo sashinoberu
bokude itaiyo

Sobani isasete

Wakareto deaiwo kurikaeshiteiku
nakademo bokurawa tonarini iyo
Promise You, kimiwo mamotte bokuwa
ikitai munega atsuku (konokoi
fureteru?)

Promise You, todoketainowa tada
aishiteru itsudemo yuruganai omoide

Moshimo ashitaga yamini nomarete
michishirube sae naitoshitemo

Kowagaru kotowa naiyo konotewo
hanasanai kagiri

Bokurawa (kitto) dokoedemo ikeru

Promise You, kimiwo omotte bokuwa
ikiruyo, tsunagatteiru kokoro to kokoro
kara

Promise You, tsutaetainowa tada
aishiteru chikauyo eien no kakerawo
Chikauyo eien no kakerawo

=====================
=======

Credit / Translate by @FORWOON
Romanized by Mine_JP_ELF