show me your love 2

 

Cast                 :

–           Cho Kyuhyun

–           Lee Hyun-ri

 

Other Cast      :

–           Member Super Junior

–           Jung Yoon Yi (Ny. Ikan nemo)

Genre              : Romance

Type                : Part

 

Disclaimer : Kyuhyun hanya idolaku, suamiku, ayah dari anak-anakku. Lee Hyun-ri adalah aku dan hanya milik Kyuhyun.. Dan cerita ini hanya milikku dengan cerita yang aku buat tanpa ada plagiatisme sama sekali. Jika ada kesamaan mungkin tidak di sengaja. Karena ini hanya fan fiction biasa. ^____^ *gaje

Note : NO COPY, NO PASTE, NO BASHING!!

 

Happy Reading ^^

Author POV

Kyuhyun menatap Hyun-ri yang sedang sibuk membantu merapikan meja makan dihadapannya. Hari ini memang ia harus terbang ke Jepang untuk konser Super Junior KRY. Kyuhyun menghela napas, ia seperti tidak rela meninggalkan Hyun-ri di Korea. Ia takut jika Changmin lebih cepat darinya. Alih-alih makan, bukannya makanan yang ia sentuh. Tapi tatapan yang ia layangkan ke arah hyun-ri yang sudah duduk dihadapannya sedang makan. Semuanya menatap Kyuhyun heran. Sejak kapan magnae mereka menjadi tukang melamun seperti sekarang. Banyak pertanyaan yang ingin mereka lontarkan tetapi urung di ucapkan. Suasana yang terjadi adalah seperti tidak biasanya. Mereka tahu, semenjak Hyun-ri datang, Kyuhyun selalu menggodanya. Tetapi semenjak Hyun-ri kembali lagi, ia tak pernah lagi menggodanya. Bahkan seringkali Kyuhun tertangkap basah sedang menatap Hyun-ri. Tapi untuk kali ini Kyuhyun tak menghindar. Seakan mau menikmati menatap Hyunri, Kyuhyun tak pernah sadar bahwa ia dan Hyun-ri sedang menjadi pusat perhatian semua orang.

“Kyu, kau kenapa? Kau sakit?” tanya Sungmin khawatir.

“Ne, hyung.” Jawab Kyuhyun masih dengan menatap Hyun-ri.

“boleh aku bertanya? Kau masih mengingat Hyun In? Bukankah tanggal 21 besok tepat peringatan 2 tahun meninggalnya?” ujar Sungmin ragu.

Kyuhyun kaget dengan perkataan Sungmin. Lalu ia menatap Sungmin dengan tatapan tajam. “Hyung, aku tidak lupa dengan itu. Mungkin setelah konser aku akan menjenguknya” jawab Kyuhyun sedikit kesal. Lain hal nya dengan Hyun-ri, ia hanya bisa menunuduk. Mengenang peritiwa 2 tahun yang lalu. Tepat 2 tahun yang lalu orang tuanya meninggal dalam kecelakaan setelah bertengkar hebat dengannya. Tanggal yang ia sangat benci dalam hidupnya. 1 hari dimana ia merasa bahagia tetapi juga merasa kehilangan. Karena hari itu adalah hari ulang tahunnya. Mengingat sesuatu yang amat sangat membuatnya menyesal dan tak pernah bahagia di hari itu. Di saat orang lain bahagia dengan bertambahnya umur, tapi Hyun-ri malah semakin bersalah dengan kesalahannya saat mengenang hari itu. Setiap tahun ia hanya datang ke makam kedua orang tuanya dan menangis seharian di sana. Dan membuat ia jatuh sakit selama beberapa hari. Karena cuaca bulan november tidaklah bersahabat. Cuaca dingin karena akan memasuki musim dingin. Tapi Hyun-ri sadar ia jatuh sakit tidak ada apa-apanya dengan kekecewaan orang tuanya.

Hyun-ri mendesah keras mengingat itu semua. Sebernarnya ia ingin mati saja. tapi itu mungkin akan menambah kecewa orang tuanya. Di tambah lagi sekarang ia punya satu lagi orang yang mungkin tersakiti oleh sikapnya. Bisakah ia menghilang dari dunia ini? Pernyataan ini selalu menghantui Hyun-ri jika ia mengingat semua ini. Entah kenapa inilah yang membuat sifatnya menjadi lebih tertutup dari dulu. Kyuhyun lah yang membuat Hyun-ri semakin merasa di sakiti. Kekecewaannya pada Kyuhyun di saat hubungan mereka yang baru seumur jagung. Hati yang dulu tetutupi oleh kebencian yang mulai terkikis oleh cinta tulus dari Kyuhyun kini sudah membeku lagi. tapi sepertinya Hyun-ri mulai menyadari bahwa cinta tulus dari seorang Kyuhyun mengubahnya. Kemarin ia sempat menerima ajakan dari Changmin untuk berkencan agar rencana Changmin berhasil. Rencana Changmin untuk membuat Kyuhyun cemburu. Rencana ini di gagas oleh Changmin setelah melihat reaksi Kyuhyun saat Changmin mengatakan suka pada Hyun-ri. Rencana ini berhasil. Seharian mereka di buntuti oleh Kyuhyun. Kemanapun mereka pergi. Ini membuat Hyun-ri tahu seberapa tulus pria itu mencintainya. Dan Hyun-ri sepertinya akan mengubah keputusannya. Mungkin ia akan mulai mencintai pria itu lagi. Mungkin juga ia akan berterima kasih kepada Changmin setelah rencana konyolnya membuat Hyun-ri sadar akan perasaanya pada Kyuhyun.

Author POV end

o.O

Kyuhyun Pov

Perkataan Sungmin hyung mengingatkanku dengan wanita yang dulu pernah mengisi hatiku. Sebelum Hyun-ri tentunya. Namanya Shin Hyun In. Wajahnya sangat mirip dengan hYun-ri. Akan tetapi sifat mereka berdua sangat berbanding terbalik. Seperti langit dan bumi. Sifat Hyun In sangat keibuan dan ini sangat aku sukai karena ia tau apa yang aku inginkan. Sementara Hyun-ri sifatnya cuek. Aku sangat mencintai mereka berdua. Kalau Hyun In tidak meninggal, mungkin saja saat ini aku sudah bahagia dengannya. Tapi semua itu tak mungkin terwujud. Karena Hyun In di vonis mengidap kanker darah stadium lanjut. Dan masa-masa tersulit Hyun In aku selalu berada di sampingnya. Aku selalu memberinya semangat. Tepat 2 tahun yang lalu ia meninggal. Walaupun ia sudah mendapat donor cangkok sumsum tulang belakang, ia tak bisa bertahan lama. Hanya beberapa bulan saja. setelah itu aku seperti tak memiliki jiwa lagi. Apa aku seperti zombie? Hyungdeul seringkali mengatakan aku seperti itu. Mau bagaimana lagi, separuh jiwaku hilang bersama dengan Hyun In. Beberapa bulan kemudian Hyun-ri datang membawa jiwaku kembali. Entah kenapa aku seakan mendapatkan penopang hatiku kembali. Sepertinya ia dikirim Hyun In untukku. Wajah mereka hampir mirip. Apa ia it jelmaan Hyun In? Aku sempat berfikir begitu. Tapi kan ada istilah yang mengatakan. “di dunia ada 7 yang mirip seperti satu sama lain”. Istilah itu bisa saja masuk di akal.

“kyu!! Ppalli!!! Bisa-bisa kita tertinggal pesawat!” teriak Yesung hyung menyadarkan dari lamunanku

“Bukankah masib 2 jam lagi hyung?” sanggahku cepat. aku sangat malas untuk meninggalkan Hyun-ri di Korea.

“ah, iya! Hyun-ri! Kau ikut! Tiba-tiba staff yang ikut dengan kami sakit. Bersiaplah! Cepat!” teriak Yesung hyung lagi.

“mwo??? oppa! Aku ada kerjaan lain!” teriak Hyun-ri tak terima dengan perintah itu.

“yak!! Sudah jangan membantah! Cepat siap-siap!” kulihat Hyun-ri menggerutu saat menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Aku sangat senang jika ia ikut. Jadi ia masih berda dalam jangkauanku. aku mungkin akan menjadi uring-uringan bila ia tak ada di sisiku. aku tak bisa jauh darinya.

Hyun-ri keluar dengan sebuah tas ransel di punggungnya dan menenteng 1 buah buku. Sepertinya buku kuliahnya. “oppa, ayo. Aku sudah siap” katanya.

Di dalam mobil, aku dan Hyun-ri duduk bersebelahan. Sepertinya ia sedang sibuk dengan bukunya. Aku tak mau mengganggunya. Sampi di dalam pesawatpun, aku duduk berdampingan dengannya. Ini seperti sudah direncanakan. Tapi sudahlah, aku akan menikmatinya.

“Hyun, kau bawa headset tidak? Aku lupa membawanya” tanyaku. Tanpa berkata apapun, ia meraih tasnya dan meneluarkan sebuah headset berwarna biru dan memberikannya padaku. Aku mengambilnya dan mengucapakan terima kasih dengan lirih. Ia bahkan tak menatapku sama sekali. Fokusnya masih pada buku didepannya. Aku disini seperti tak di anggap sama sekali. Dan aku benci itu.

“kudengar kau berkencan dengan Changmin” kataku memebuka pembicaraan.

“ne. Waeyo?” balasnya bertanya padaku.

“tidak apa-apa. Ia sempat berkata padaku bahwa ia suka padamu. Sepertinya aku punya saingan” candaku mencairkan suasana.

“oh, aku tahu itu. Tenang saja. iya memilih mundur daripada kehilangan sahabatnya” jawabnya masih terpaku pada bukunya. Sesaat aku terpaku dengan jawabannya. Ini jawaban terpanjang yang pernah ia lontarkan sejak ia marah padaku. Tepatnya sejak aku putus dengannya. Aku pun memikirkan perkataan Hyun-ri tadi. Changmin mundur? Berarti ia membiarkan aku kembali pada Hyun-ri? Semudah itu kah?. ‘kehilangan sahabat’ aku termenung mengulang akhir dari perkataan Hyun-ri. Apa memang sahabat itu harus selalu mengalah. Changmin~a sepertinya aku berhtang budi padamu. bibirku menyunggingkan senyum tanpa sadar.

Sejak di dalam pesawat, moodku sangat baik. Saat mendarat di Jepang pun moodku seperti dalam taraf sangat baik. Mungkin ini karena aku dapat berbicara dengan Hyun-ri walau sikapny masih cuek padaku. Itu tak mengurangi kadar bahagiaku. Sedikit demi sedikit ia mulai meresponku. Ini tentu kabar baik untukku. Aku harus mulai mendekatinya lagi. jika tidak, Changmin akan mengambilnya lagi. dan aku tak mau itu terjadi. Changmin kan sudah mundur secara teratur. Itu menurut Hyun-ri. Tapi mungkin aku sedikit agak bernafas lega mendengar pernyataannya tadi. Sungguh aku berhutang budi pada sahabatku itu. Senyumku tak lepas dari bibirku. Hyun-ri ada di sebelahku sekarang. Sekarang kami akan menuju ke hotel untuk istirahat. Setelah itu kami harus latihan olah vokal di studio sepertinya akan melelahkan.

Kyuhyun POV End

o.O

Hyun-ri POV

Seharian ini aku sangat sibuk sampai tidak ada istirahat. Super Junior KRY sedang melaksanakan konser selama 3 hari di Tokyo. Tapi kenapa aku yang harus di ikutkan? Padahal aku sudah sangat senang jika tidak harus bertemu dengannya. Aku kesal harus bertemu dengan namja itu. Sejak di pesawat kemarin, ia sangat aneh. Tersenyum terus. Seperti orang gila saja. memang sih kemarin ia sempat meminjam headsetku. Dan berbicara tentang Changmin oppa. Aku sempat berbicara dengannya. Dan sejak itu dia jadi aneh sperti itu. Apa itu efek dari ngobrol denganku? ah tidak mungkin! Setan itu pasti merencakan sesuatu terhadapku. Daripada memikirkan dia, lebih baik aku bekerja sekarang. Menata pakaian di troli rak. Ah, akan berat sekali hari ini. Karena ini hari pertama mereka konser. Ngomong-ngomong,mereka bertiga kemana? Kenapa sampai sekarang mereka belum sampai? Padahal aku sudah dari tadi shubuh disini untuk mengatur semuanya.

CKLEK…

“ah, Hyun-ri~a. Kau sudah disini? Ku kira kau masih di hotel” sapa Yesung. Aku hanya bengong dengan katanya tadi. Ya Tuhan… apa dia lupa bahwa aku juga staff koordinator konser ini? Apa katanya tadi? Masih di hotel? Seketika kesalku menjadi saat Yesung oppa tidak mengatakan maaf karena terlambat. Malah berkata enteng seperti itu.

“Yak!!!! Kalian tidak tahu? Ini jam berapa? Kalian itu sudah telat! Seharusnya jam 10 kalian datang. Sementara sekarang? Jam berapa? Hah???? Aku sudah disini sebelum kalian bangun! Dan kalian kira aku masih di hotel?” jeritku meluapkan kekesalan.

“Mianhae Hyun-ri~a. Salahkan Kyuhyun. Ia sangat susah untuk di bangunkan. Jadi kami harus menyeretnya ke kamar mandi untuk membangukannya” ucap Ryeowook dengan senyum bersalahnya. Kulihat Kyuhyun hanya mengusap tengkuknya. Ia sepertinya agak bersalah.

“sudahlah. Kalian bersiap-siap saja. aku akan memanggil tukang make up nya” ujarku sudah agak tenang. Aku lalu beranjak keluar. Saat aku melewati Kyuhyun, ia berkata lirih padaku “mianhae”. Aku tidak salah dengar kan? Seorang Cho Kyuhyun mengatakan maaf padaku? Aku menghiraukannya dan tetap keluar dari ruangan. Lama-lama aku di sana bisa bertambah emosi aku.

Akupun memanggil staff make up. Dan ini saatnya aku harus mengatur semuanya. Jung Hoon oppa tidak bisa ikut karena harus menghandle pekerjaan lainnya di Korea. Semangat Hyun-ri! Kau pasti bisa. Hwaiting!!

o.O

Akhirnya konser ini selesai juga. 3 hari yang melelahakan. Aku harus kembali ke Korea. Hari ini adalah hari dimana orang tuaku meninggal 3 tahun yang lalu sekaligus hari ulang tahunku. Tidak terasa aku beranjak dewasa. Tapi tetap saja hari ini hari yang sangat aku benci. Hari yang merenggut kedua orang tuaku sekaligus, hari dimana aku di sakiti oleh seorang namja yang pernah sangat aku cintai dan hari di mana aku bertambah umur. Aku ingin sekali tetap berumur 16 tahun. Karena pada umur tersebut aku masih bersama kedua orang tuaku. Tapi kenyataan itu semua mustahil untuk di wujudkan. Pertama-tama aku harus mencari penerbangan terakhir dari Tokyo menuju Korea. Ku buka Iphone ku dan mencari jadwal penerbangan. Chajatta!!! Penerbangan terakhir dari Narita ke Incheon jam 02.30 aku harus segera memesan tiketnya. Ku telpon agen penerbangannya. Dan akhirnya aku mendapatkannya. Lalu aku mengemasi semua pakaian dan barangku. Langsung menuju bandara untuk segera terbang.

o.O

Kira-kira 2 jam aku terbang dari Tokyo ke Korea. Dan sekarang aku sudah ada di Korea. Aku mencari sosok Yoon Yi eonni saat aku keluar dari pintu kedatangan. Ia tengah melambai-lambai. Aku langsung berjalan menujunya.

“Kenapa kau langsung pulang? Bukannya mereka akan pulang pagi ini?” Cerca Yoon Yi eonni padaku. Aku hanya tersenyum simpul.

“arra.. kau tidak mau memberitahukua? Baiklah. terserah padamu. cha! Sekarang kau ingin pulang kemana? Kalau ke dorm pasti sudah tertidur semua. Kau mau pulang kesana?” katanya lagi.

“tidak merepotkan eonni?” tanyaku memastikan.

“ne. Kau kan sudah ku anggap sebagai adikku. Tenang saja. aku tak apa-apa jika harus menjemputmu seperti ini. Aku kan mau membahagiakan adikku di hari ulang tahunnya” ucapannya sontak membuatku kaget.

“NDE??” ucapku setengah menjerit.

“kau kira aku tidak tahu? SAENGIL CHUKKAE URI DONGSAENG!!!” teriak Yoon Yi eonni. Karena teriakannya membuat kami di perhatikan oleh orang lain.

“eonni! Jangan berteriak pagi-pagi buta begini” hardikku.

“ne. Mian.” Ucapnya sedikit menyesal dan menunduk. Langsung saja ia menarik tanganku menuju mobilnya.

“eonni, aku merasa takut jika kau yang menyetir. Terkahir kali kau yang menyetir, bukannya berjalan maju, malah mundur” ucapku mengingat bagaimana Yoon Yi eonni mengemudikan mobilnya.

“baiklah, jika kau masih trauma dengan kejadian itu. Ini kuncinya. Aku akan tidur dengan tenang di sampingmu” ucapanya sambil melempar kunci mobilnya padaku.

Dan benar, sekarang ia tertidur di kursi penumpang di sebelahku. Aku hanya menghela nafas panjang melihatnya. Apa sungguh melelahkan? memang seharian pasti ia sudah bekerja. Di tambah lagi ia harus begadang demi menjemputku di bandara. Maaf Eonni~a aku bukanlah dongsaeng yang baik. Tak tersa air mataku menetes d sela-sela kelopak mataku. Ia sungguh baik padaku. Ia sudah menganggapku sebagai adik kandungnya. Padahal aku bukanlah siapa-siapa. Ia kenal aku saat sdah bekerja sebagi staff Super Junior. Dari situlah aku juga sudah menganggapnya sebagai kakakku. Semua keluh kesahku aku ceritakan padanya. Dan termasuk cerita masa laluku yang kelam. Aku bukan tipe orang yang suka bercerita. Tapi dengannya aku seperti berada dalam keluarga yang dulu aku punya. Aku sangat nyaman dengannya. Sungguh baiknya dia. Aku tak bisa membalasnya satu persatu eonni. Gomawoyo eonni, yang telah membantuku, menjadi tempat keluh kesahku, menjadi keluargaku, menjadi pembelaku saat ada masalah, menjadi pelindungku. Sekali lagi jeongmal kamshamnida eonni. Tak sadar aku sudah berada di parkir basement dorm Super Junior. Ku bangunkan Yoon Yi eonni. Ia mengerjapkan matanya lalu melihatku dengan mata sedikit mengntuk sebelum kesadaran menerpanya.

“Eonni, kita sudah sampai. Pulanglah. Kau pasti lelah seharian”

“baiklah. gwencahanayo Hyun~a. Dengan senang hati aku akan selalu membantumu” ucapnya sembari tersenyum padaku.

Lalu aku turun dari mobil dan menuju lift untuk ke dorm. Badanku seperti sudah tak ada tenaga. Langsung saja setelah pintu dorm terbuka, aku menuju kamarku dan terlelap. Bahkan aku sudah tak ingat aku datang jam berapa. Sungguh 3 hari yang melelahkan sekali.

Hyun-ri POV End

O.o

Author POV

Panik..

Itulah yang dirasakan Kyuhyun saat ini. Semua orang juga ikut panik. Pagi ini mereka berencana kembali ke Korea. Sebelum mereka akan konser di Singapura dalam rangkaian tour SM TOWN Worrld Tour III. Tapi yang mereka cari saat ini menghilang entah kemana. Mereka mencari Hyun-ri. Kyuhyun pagi ini ingin membangunkannya. Tetapi di panggil si empunya kamar tak keluar-keluar. Karena takut terjadi sesuatu, Kyuhyun pun mendobrak pintu kamar Hyun-ri. Tapi yang ia dapat adalah sebuah kamar kosong tak berpenghuni. Ia lalu memeriksa lemari. Dan benar dugaannya, Hyun-ri pergi entah kemana. Semua orang mulai di landa kepanikan saat Kyuhyun mengabarkan Hyun-ri menghilang. Yesung sang Leader Super Junior KRY pun ikut di landa kepanikan. Tapi ia harus berpikiran dingin karena seseorang yang menjadi tanggung jawabnya hilang entah kemana. Ia harus berpikir jernih, ia tak bisa meninggalkan Hyun-ri di negara yang asing bagi gadis itu. Semua orang sudah menghubungi gadis itu tapi handphone nya mati. Mereka mengira gadis itu di culik. Tapi tak ada surat yang di tinggalkan oleh si pencuri.

Penerbangan ke Korea sekitar masih 2 jam lagi. dan mereka harus segera ke bandara jika tidak mau ketinggalan pesawat. Tapi Hyun-ri belum juga di temukan.

“Hyung, bagaimana dengan Hyun-ri? Apa kau mau meninggalkannya?” ucap Kyuhyun khawatir pada yesung. Yang di tanya pun hana bisa menghela napasnya sebelum memutuskan langkah yang akan mereka ambil.

“kita tak akan meninggalkannya. Aku sudah menghubungi agency agar mereka membayar orang untuk mencari Hyun-ri. Tapi ada kemungkinan ia sudah pulang ke Korea. Itu hanya dugaanku saja. kita tenang saja. tidak akan terjadi sesuatu padanya.” ucap Yesung.

“tapi aku tetap khawatir dengan keadaanya. Hyung, ia bahkan tak tahu apa-apa dengan negara ini. Bagaimana aku bisa tenang??” jerit Kyuhyun mengutarakan kekhawatirannya.

“Tenang Kyu. Dia pasti di temukan. Kau bersabarlah.” Ucap Ryeowook menenangkan Kyuhyun yang kesal akan keputusan Yesung.

“Sampai ia tidak di temukan Hyung, aku akan mencarinya sendiri” ucap Kyuhyun mantap dengan keputusannya dengan senyuman evil tersimpul di bibirnya. Ryeowook dan Yesung yang melihatnya hanya menatap ngeri magnae mereka. Mereka tersenyum penuh arti ketika tahu adik mereka sudah kembali menjadi Kyuhyun yang dulu.

O.o

Hyun-ri mengucek matanya membiasakan diri dengan cahaya matahari yang masuk ke kamarnya melalui celah gorden. Lalu ia melihat jam di dinding. Sudah jam 7. Ia harus segera ke pemakaman untuk acara peringatan kematian kedua orang tuanya. Seharusnya dilaksanakan kemarin. Tetapi ia tidak bisa karena ia harus ke Jepang.

Hyun-ri bangun dan menuju ke kamar mandi yang terdapat di depan kamarnya. Saat ia keluar, ada Sungmin yang sudah keluar dari kamar mandi.

“OMO! Hyunri~a kau mengagetkanku saja. ku kira hantu. Kapan kau pulang? Mana yang lain? Aku tak melihatnya? Apa kau pulang sendiri?” cerca Sungmin dengan rentetan pertanyaan.

“oppa, bisa tidak tanya itu satu-satu. Aku capek mendengarnya!” protes Hyun-ri

“baiklah, kau pulang sendiri?” kali ini Sungmin menuruti kata Hyun-ri.

“ne. Aku ada urusan mendadak jadi aku pulang lebih awal dari mereka.” Kata Hyun-ri sambil masuk kamar mandi.

BLAMM..

“Yak! Hyun-ri~a! Aku belum selesai!” teriak Sungmin dari luar kamar mandi. Tapi di hiraukan oleh Hyun-ri dengan suara berisik keran yang di hidupkan.

“Haish! Kenapa kalian itu sama-sama harus bersifat evil? Aku heran. Sejak kapan juga aku membandingkannya dengan Kyuhyun? Tapi kalau di pikir-pikir mereka pasangan yang serasi. Sifat mereka saling melengkapi. Tapi yang tidak aku suka, tingkah laku mereka yang sama.” Sungmin frustasi dengan pikirannya sendiri. Lalu ia berlalu kembali ke kamarnya. Karena ia harus siap-siap untuk terbang ke Singapura. Jadwal padat pun menunggunya untuk di jalankan.

Setelah selesai mandi, Hyun-ri bersiap-siap untuk ke pemakaman orang tuanya. Jam sudah menunjukkan pukul 8.30 dan itu saatnya ia harus berangkat. Sebelum menuju pintu, semua orang kaget melihat Hyun-ri dengan santainya berjalan di depan mereka. Seperti reaksi Sungmin, mereka menyercanya dengan berbagai pertanyaan. Tapi semuanya di jawab oleh sungmin. Saat ia akan memutar kenop pintu, terdengar pintu akan di buka dari luar. Serta merta orang yang membuka pintu kaget melihat Hyun-ri di depan. Orang itu adalah Yesung dan Ryeowook. Hyun-ri hanya bisa tersenyum kepada mereka berdua. Merasa bersalah tidak memberitahu mereka.

“ternyata kau sudah pulang Hyun-ri~a. Ku kira kau hilang saat di Jepang. Syukurlah kau tidak di culik. Kami sudah panik mencarimu kemana-mana” kata Ryeowook mengawali pembicaraan.

“Mianhamnida oppadeul, aku ada urusan mendadak. Jadia ku pulang duluan. Maaf aku tak memberi kabar. Handphone ku mati saat di pesawat. Dan sekarang sedang aku charge. Jeongmal mianhanda oppadeul” ucap Hyun-ri dengan sedikit membungkuk di hadapan mereka berdua.

“gwenchanayo Hyun-ri~a. Kau tau, aku sungguh lega kau selamat. Kyuhyun sampai khawatir mencarimu. Ia sampai bersumpah akan mencarimu sendiri jika kau tak di ketemukan” perkataan Yesung sontak membuat  tubuh Hyun-ri kaku seketika. ‘mencariku? Khawatir denganku?’ kata-kata itu sekarang yang memenuhi pikiran Hyun-ri sekarang. Hyun-ri tersadar saat Eunhyuk dari dalam berseru “Kyu mana hyung?”. Dari tadi ia tak melihat sosok namja yang di cari Eunhyuk tadi.

“ia pergi ke tempat Hyun In” jawab Yesung singkat.

“maaf aku pergi dulu.” Sela Hyun-ri.

“ne! Hati-hati di jalan!” seru semua member  yang ada di situ kepada Hyun-ri.

Pikiran Hyun-ri dari tadi tak tenang. Apa Kyuhyun mencarinya? Hyun-ri menarik kesimpulan bahwa Kyuhyun masih memperhatikannya. Saat ini ia harus fokus pada apa yang telah namja itu lakukan padanya. Tapi ia seakan goyah dengan pendirian yang ia bangun sendiri itu. Akan kah ia harus menerima kembali namja itu. Hati Hyun-ri masih lah seperti yang dulu. Tetapi kebencian pada namja itu yang membuat hati nya menutup dari kenyataan.

Tak berapa lama, ia sampai di pelataran pemakaman yang luas. Hyun-ri mendekap erat bunga lili yang ia bawa. Ini adalah bunga yang di sukai oleh kedua orang tuanya. Sekarang ia menatap kedua gundukan tanah di hadapannya. Di ujung kedua gundukan itu terdapat foto kedua orang tua Hyun-ri yang sedang tersenyum. Senyum yang dulu pernah menghiasi hari-hari Hyun-ri. Tapi sekarang semua itu sudah menghilang bersama dengan orang yang sering memberikan senyuman itu.

Hyun-ri duduk bersimpuh sembari mendekap bunga di dadanya. Sesaat kemudian ia sudah meneteskan air mata.

“Appa, Eomma. Aku bukanlah anak yang baik. Maaf kemarin aku tak bisa menemui kalian. Aku sedang ada di Jepang kemarin. Maafkan aku yang tak bisa membahagiakan kalian” tangisan Hyun-ri mulai keras. Ia menikmati bagaimana perasaan bersalah menyayat hatinya. Seakan ada pisau yang menyayatnya. Dengan begini, ia akan semakin lega dengan apa yang ia utarakan kepada kedua orang tuanya.

“Appa, Eomma. Kemarin aku berulang tahun ke 20. Apa kalian tahu? Dulu impianku saat aku kecil menjadi seorang dokter. Dan sekarang aku akan mewujudkannya. Sebentar lagi aku akan ujian skripsi. Doakanlah aku dari atas sana. Gomawo appa, eomma. Kalian orang tua yang terbaik yang pernah aku miliki. Apa dengan begini aku mulai membahagiakan kalian?” isakan Hyun-ri semakin keras. Ia ingin menumpahkan semua keluh kesahnya sekarang pada orang tuanya.

Di tempat lain, seorang namja berdiri di balik pohon agar ia tak ketahuan. Memperhatikan si gadis yang sedang berkeluh kesah dengan gundukan makam kedua orang tuanya. “sebegitu menderitanya kah kau Hyun~a. Bisakah aku meringankannya sedikit saja” ujar namja itu lirih.

“aku kemarin sempat berpacaran dengan namja. Ia sangat baik, perhatian, dan yang terpenting ia sepertiny tulus mencintaiku. Tapi suatu ketika, ia mencium sahabatnya sendiri. Dan aku melihatnya. Kalian tahu, hatiku sakit melihatnya. Sungguh luka ini kembali terbuka. Sakit sekali. Aku tak mau kejadian yang lalu terulang lagi. appa, eomma…. tolonglah diriku” ujarnya dengan air mata yang masih mengalir dari matanya.

Namja yang tadi memperhatikannya dari tadi akhirnya keluar dari persembunyiannya dan berdir di belakanh Hyun-ri. Masih memperhatikan Hyun-ri. Ia menangkap sosok lemah yang di hadapannya. Bukan sosok yang tegar. Yang sering ia lihat di keseharian gadis itu.

“Hyun~a kau salah paham dengan semua itu.” Ucap namja itu. Seketika Hyun-ri menoleh ke belakang, ke sumber suara tersebut masih dengan air mata yang meleleh di kedua pipinya. Hyun-ri kaget melihat namja yang ceritakan pada orang tuanya ada di hadapannya. Ia adalah Kyuhyun. Ya, Cho Kyuhyun yang sempat mengisi ruang di hatinya.

“apa yang kau lakukan di sini Kyuhyun~ssi? tanya Hyun-ri dengan dingin.

“aku hanya mengunjungi orang yang pernah berarti dalam hidupku” jawab Kyuhyun. Jawaban Kyuhyun mengingatkan Hyun-ri dengan perkataan Sungmin tempo hari lalu. Tentang Hyun In. Ia duu pernah menjadi pacar Kyuhyun. Tapi karena sakit, ia meninggal. Dan meninggalkan Kyuhyun.

“kenapa kau masih di sini? Bukannya kau harus ke Singapura untuk konser SM Town?” usir Hyun-ri. Ia tak mau terlihat lemah di hadapan namja ini.

“bagaimana aku pergi? Jika gadis yang membuatku panik pagi tadi ada di sini ternyata. Dan sedang menangis karena menceritakanku pada orang tuanya” Kyuhyun mendekati Hyun-ri. Tapi respon Hyun-ri sebaliknya. Ia malangkah mundur saat Kyuhyun melangkah maju.

“Stop! Kyuhyun~ssi berhenti! Tolong pergilah! Aku sedang tak mau meladenimu!” sontak Hyun-ri menjerit histeris karena Kyuhyun semakin melangkah mendekatinya. Samapi hembusan nafas Kyuhyun terasa oleh Hyun-ri. Membelai pipinya. Ia tak bisa menampik kenyataan bahwa ia masih menaruh hati pada namja di hadapannya.

Kyuhyun pun merah pinggang Hyun-ri dan membawanya ke dalam dekapannya. Hyun-ri yang kaget hanya meronta agar Kyuhyun melepas dekapannya. Pelukan yang Kyuhyun berikan memberi rasa aman pada Hyun-ri.

“Lepaskan aku!!!” teriak Hyun-ri dengan meront-ronta dalam pelukan Kyuhyun. Bukannnya mengendurkan pelukannya, Kyuhyun malah makin mengeratkan pelukannya.

“buang semua apa yang pernah kau rasakan sekarang. Aku akan menjadi tempat bersandarmu. Jangan menolak! Karena aku tahu kau pasti sangat menderita mengemban semua beban ini. Sudah cukup kau menderita Hyun~a” ucap Kyuhyun.

“kau tau apa!! Ha! Kau hanyalah namja yang memanfaatkan kepolosanku!” teriak Hyun-ri lagi. seketika pecahlah tangis Hyunri yang dari tadi ia tahan saat Kyuhyun mulai memeluknya. Kyuhyun merasakan kemeja yang ia kenakan basah. Berarti Hyun-ri sedang menangis. Menumpahkan semua kekesalannya, kemarahannya, dan semua beban yang ia tanggung selama ini. Kyuhyun menatap 2 buah makam di hadapannya. ‘ajhussi dan ajhumma tenang saja. aku akan menjaganya. Aku akan melindunginya. Walaupun taruhannya nyawaku. Tolong kalian percayalah padaku. Aku janji tidak akan pernah menyakitinya lagi. karena aku sungguh-sungguh mencintainya tulus. Bukan karena kasihan semata. Jadi kumohon, restui kami ajhussi dan ajhumma’ Ucapnya dalam hati. Angin pun berhembus. Membelai tubuh Hyunri dan Kyuhyun. Seakan-akan orang tua Hyun-ri merestui apa yang Kyuhyun katakan. Ia percaya putri mereka berada di tangan yang tepat.

Kyuhyun dan Hyun-ri masih berada di posisi yang sama dengan waktu yang sangat lama. Isakan yang keluar dari mulut Hyun-ri pun sudah mulai mereda. Kyuhyun yang menyadari itu, segera saja melonggarkan pelukannya pada Hyun-ri.

“pulang sekarang? Sepertinya aku akan terlambat naik pesawat. Tapi sudahlah. Aku tak peduli yang penting kau sekarang sudah lega dengan perasaanmu” ucap Kyuhyun. Hyunri yang mendengarnya hanya mendongakkan wajahnya menatap Kyuhyun tak percaya. Tapi sesaat kemudian ia malah menunudukkan wajahnya. Gadis itu sepertinya malu. Ia tadi habis menangis sampai-sampai kemeja Kyuhyun basah akiba air matanya yang terus mengalir tanpa henti. Memang sekarang perasaannya menjadi lebig lega daripada sebelumnya. Ia menjawab Kyuhyun dengan anggukan. Tanpa berkata apapun, Kyuhyun menarik Hyun-ri ke parkiran menuju mobilnya yang masih terparkir di situ.

Dalam perjalanan pulang pun mereka berdua hanya diam. Tidak ada suara. Hanya suara mesin mobil yang terdengar. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

Tak terasa mereka sudah sampai di pakir basement apartement Super Junior. Lalu naik ke atas. Sampai di sana semua orang melihatnya dengan tatapan tak percaya. Apa yang Hyun-ri lakukan? Kenapa ia bersama Kyuhyun? Pikiran semua orang di penuhi dengan pertanyaan itu.

“Kyu, kau kenapa sangat lama? Nanti bisa tertinggal pesawat. Semuanya sudah siap. Tinggal kau” ujar Kang In tanpa mengalihkan fokusnya dari televisi.

“tadi ada yang harus aku kerjakan. Sehingga memakan waktu agak lama” jawab Kyuhyun sekenanya.

“Hyun-ri~a kau dari mana? Aku mencarimu untuk mebantu menyiapakan pakaianku” rayu Donghae pada Hyun-ri. Yang di rayu malah cuek dan melenggang masuk ke dalam kamarnya.

“yak! Ikan! Tadi aku kan sudah menyiapkan pakaianmu? Kenapa Hyun-ri kau suruh menyiapkan pakaian apa? Yang mana? Kau mulai genit dengan dongsaengmu sendiri? Ha??” teriak Yoon Yi tak terima jika Donghae merayu-rayu Hyun-ri.

“Mian chagi~a. Aku kan hanya ingin membuat keadaan mencair dan membuatnya tersenyum lagi. Kau ini pencemburu sekali” kali ini Yoon Yi yang terkena rayuan ikan gombal. Tapi di hiraukan oleh kekasihnya.

“ia pasti dari tempat itu. Kyuhyun~a aku perlu bicara padamu. nanti jika kau ada waktu sengang! Aku perlu penjelasanmu” ucap Yoon Yi lirih. Berbisik pada Kyuhyun yang berada di dekatnya. Kyuhyun hanya mengangguk mengerti tentang apa yang akan Yoon Yi bicarakan dengannya. Donghae yang melihatnya langsung asaja mengerucutkan bibirnya.

“aigo,, uri fishy cemburu ya? Aku bicara dengan Kyuhyun?” ucap Yoon Yi menggoda Donghae. Yang di goda malah menghiraukan perkataan Yoon yi dan amsuk ke dalam kamar.

“sepertinya ia marah padamu Yoon!! Sana bujuk dia supaya tidak ngambek. Jangan sampai ikan itu membuat banjir kamarku!” ucap Kyuhyun dengan senyum evilnya. Kata-kata yang Kyuhyun ucapkan cukup membuat Yoon Yi jengkel. Langsung saja ia layangkan Death Glare kearah Kyuhyun. Kenapa harus ada setan di depannya dan membuat moodnya bertambah jelek?. ‘dosa apa aku tuhan?’ batin Yoon Yi.

TBC

About gaemri

Kpop~ers | ELF | Kyuhyun wife | Midwife | Queen Evil

12 responses »

  1. SiBy says:

    mian bru bca thoorrr…
    Hehe pissss, pdhl dh dksh tau tengh mlm…
    Haaaa knp ikan manisq yg unyuk2 dibuat nangss..
    kahsian amat…
    Woke lanjukan chapter 4 jng lm2 kasian hae q ntr.. Hahahaha

  2. ikannemo says:

    Zee… Aq terharu…hikss..

  3. Uvvy says:

    It’s a good blogg nazil…… please look at my blog senja-pelangi.blogspot.com and comen. Ok… Thx🙂🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s