jsljs

Cast :

Lee Donghae

Jung Yoon-yi

Other Cast

Lee Hyun-ri

Cho Kyuhyun

Other member Super Junior

Anyeong…..

di sela-sela waktu bikin KTI akhirnya aku bisa menulis ni ff yang super Gaje… hehehehe😀 oh iya ff ini di buat  untuk SHERA eonni yang ultah tanggal 28 januari..

Eonnii….. kurang apa aku?? udah aku kasih ni ikan busukmu.. yang jeelllllleeeeeeeeeeeeekkkkkk bin busuk..

No Copy, No Paste, No Bashing, No PLAGIAT!!

Happy Reading ^^

Han River, Seoul
15 January 2013
7 pm

Cuaca dingin yang menyelimuti kota Seoul membuat seorang gadis makin merapatkan mantel yang ia pakai. Musim dingin sungguh membuatnya tidak bisa leluasa keluar. Ia baru saja pulang dari kantor tempatnya bekerja. Tapi ia menyempatkan diri memandangi sungai Han yang menjadi icon wisata di Seoul. Gadis ini bernama Jung Yoon-yi.
Selama beberapa menit ia hanya memandang kerlap kerlip lampu kota yang berada di seberang sungai Han. Rasa rindu yang ia rasakan sungguh menyesakkan hatinya. Entah sejak kapan ia mulai lemah. Padahal ia memang tidak pernah begini. Ia bahkan terbiasa jika harus jauh dari orang yang sangat ia rindukan sekarang. Kesibukan kerja lah yang membuat gadis ini tak bisa selalu bersama dengannya. Tapi ini berbeda dari yang sebelumnya.
Perkataan yang sangat ia ingat dari temannya, bukan sekedar teman. Melainkan sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Perkataan yang membuatnya lemah. Adiknya mengatakan bahwa kekasihnya harus menetap di China selama 6 bulan. Dikarenakan kesibukannya yang memang bekerja di dunia entertainer. Kekasih yang sering di elu-elukan oleh penggemarnya. Ia salah satu member boyband yang terkenal di Korea. Kekasihnya bernama Lee Donghae. Salah satu member boyband Super Junior.
Mengingat itu semua, hatinya seakan lemah. Bisakah ia bertahan selama waktu itu?. Entah mengapa inilah yang membuatnya lemah dan tak bersemangat seperti biasanya. Tapi ia harus tegar. Ia bukanlah gadis yang lemah. Ia sudah biasa dengan situasi ini.
‘ayolah Yoon~a kau harus bisa menerimanya. Kau tak boleh lemah. Inilah konsekuensi pekerjaannya’ pintanya dalam hati. Ia hanya bisa mendesah keras jika memikirkannya lagi.
Beginilah nasib yang harus ia jalani. Sebagai kekasih seorang artis sungguhlah berat. Ia harus bersembunyi dari fans-fans yang selalu mengikuti kekasihnya kemana saja. ia juga tak bisa leluasa berkencan. Ia harus diam-diam dan bersembunyi. Gadis itu menghela napasnya lagi. melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Menunjukkan waktu jam 8 malam.
“aku harus pulang kalau tidak nanti Hyun-ri bisa mengamuk. Apalagi besok pagi ia harus menjemput Kyuhyun di airport” lalu bergegas pulang. Tapi sebelumnya ia harus mampir ke dorm kekasihny untuk membawakan makanan bagi Hyun-ri, teman yang sudah ia anggap adiknya. Jarak dari sungai Han sampai ke dorm agak jauh jadi ia harus berjalan agak jauh.
“merepotkan saja! bukannya dia bisa membelinya sendiri? Kenapa harus aku yang repot?” gerutu Yoon-yi sepanjang perjalanan menuju drm Super Junior.
“kalau bukan karena ancaman itu, aku tidak harus berjalan jauh dari halte ke restoran. Dan harus berbalik arah ke dorm! Awas kau Lee Hyun-ri. Aku tidak akan mengampunimu!” teriaknya sampai semua pejalan kaki berlalu lalang disekitar situ memandangnya heran melihat tingkahnya seperti orang yang tidak waras. Dengan wajah agak malu, ia berjalan cepat menuju ke apartemen tempat tinggal Super Junior.

O.o

Dorm Super Junior
9 pm
Seorang gadis sedang menonton tv saat Yoon-yi datang. Gadis itu menoleh melihat siapa yang datang. Langsung melesat merebut bungkusan berisi makanan yang dibawa oleh Yoon-yi.
“Yak! Yak! Lee Hyun-ri! Kau itu tidak menyapaku malah langsung saja merebut makanan itu. Aku juga lapar. Hei! Kau mendengarku tidak!” teriak Yoon-yi kesal karena orang yang ia teriaki mengacuhkannya. Hyun-ri hanya menoleh sekilas dan melanjutkan makannya.
“Kau itu seperti orang tidak makan 1 minggu saja. Apa setan mu itu tidak memberimu makan? Sampai-sampai kau harus menyuruku mambelinya.” Gerutu Yoon-yi sembari makan makanannya.
“Eonni, apa kau tau aku sedang menabung untuk…” jawaban Hyun-ri terpotong jika saja ia tidak ingat kenapa ia harus menabung akhir-akhir ini untuk membelikan gadis yang di depannya hadiah.
“untuk apa? Yak! Jawab! Pasti untuk setanmu itu” sergah Yoon-yi menebak jawaban yang di lontarkan Hyun-ri.
“Bukan… aku hanya sedang ingin hemat saja. pengeluaranku bulan ini hampir 1 juta won. Aku bisa di bunuh bibi kalau tidak bisa berhemat. Dia sungguh menyeramkan kalau sedang marah” kilah Hyun-ri bohong. Yang sebenarnya Hyun-ri hanya ingin membelikan kakak nya ini sebuah hadiah yang berasal dari uangnya sendiri. Bukan dari hasil pemberian bibi nya yang sekarang menjadi orang tua angkatnya.
“Haish, kau itu boros sekali. Sudah berapa banyak uang yang kau belikan novel-novel yang menumpuk di kamarmu itu?” Hyun-ri hanya mengendikkan bahunya.
Hyun-ri sudah lupa berapa banyak uang yang ia keluarkan untuk membeli koleksi novelnya. Uang yang ia gunakan memang bukan dari bibi atau pamannya. Gaji yang ia dapatkan saat ini sangatlah banyak. Ternyata bekerja menjadi manager memang gajinya besar tetapi resikonya juga besar. Dari mulai tidak bisa kuliah seperti biasa atau bisa dibilang ia harus sering bolos, sampai kelelahan yang luar biasa. Belum lagi ia harus mengurus dorm Super Junior. Baik lantai 11 maupun 12. Yang setiap hari seperti kapal pecah.
Mau bagaimana lagi, Hyun-ri tidak mau bergantung kepada paman dan bibinya. Ia harus belajar mandiri. Hyun-ri mengela napasnya mengingat itu semua. Dan ia ingat sekali rencana yang di susun oleh kekasih gadis yang ada di depannya ini. Untung saja ia tidak membocorkan rencana ini. Rencana kejutan ulang tahun Yoon-yi. Ia harus sedikit membohongi kakaknya ini. Demi kelancaran rencana ini.
‘Maafkan aku eonni. Mungkin akhir-akhir ini akan sangat menyusahkanmu. Ini untuk kebaikanmu juga. Maaf juga mungkin agak menyakitkan untukmu. Semoga saja kau bisa bertahan. Hanya sampai hari bahagiamu tiba’ batin Hyun-ri dengan senyum yang tersungging dibibirnya. Membuat Yoon-yi bergidik melihatnya.
“ada apa denganmu Hyun? Kau seperti setanmu itu? Jangan-jangan kau sedang kerasukan teman setanmu itu?” bukannya menjawab Hyun-ri malah mendelik ke arah Yoon-yi. Memberikan death glare paling menyeramkan.

o.O

Incheon Airport
16 January 2013

Hyun-ri hanya duduk di ruang tunggu bandara. Mengingat di luar sana banyak sekali elf yang menunggu kedatangan idola mereka. Kalaupun ia menunggu di luar, mungkin saja ia akan terlindas oleh banyaknya orang yang berdesak-desakan. Untung saja ia di perbolehkan menunggu Kyuhyun di dalam. Inilah keuntungannya menjadi staff manager Super Junior. Mendapat perlakuan khusus dari berbagai pihak. Karena perusahaan pasti sudah melobi pihak bandara.
Drrrt… drrtt
Handphone Hyun-ri bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Baru ia akan membuka tasnya, tiba-tiba ia sudah di peluk dari belakang oleh seseorang. Ia bahkan sudah hapal kebiasaan kekasihnya. Kyuhyun hanya menyandarkan dagunya di bahu Hyun-ri.
“Kenapa kau tidak membalas pesanku?” tanya Kyuhyun, belum sempat di jawab Hyun-ri. Pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya. Membenamkan kepalanya ke rambut Hyun-ri, menghirup bau khas gadis itu. Masih di ruang tunggu, ia tidak harus sembunyi-sembunyi. Karena di sini sangat sepi. Ruang tunggu yang hanya di peruntukkan oleh penumpang VIP saja.
“belum ku buka pesanmu. Kau sudah memelukku dari belakang” ujar Hyunri malu. Diam-diam ia tersenyum dengan perlakuan Kyuhyun. Langka sekali sikap Kyuhyun seperti ini. Baru juga berpisah tidak lebih dari 3 hari. Dan setelah ini juga Hyun-ri akan mengikutinya ke China untuk promosi album terbaru Super Junior M.
“Kajja, kita pulang. Aku harus bersiap-siap untuk syuting.” ajak Kyuhyun lalu melepaskan pelukannya.
“hari ini aku akan menemanimu. Oh iya bagaimana rencananya? Tadi malam hampir saja aku kelepasan berbicara pada Yoon-yi eonni,” balas Hyun-ri mengikuti Kyuhyun dari belakang. Di luar ruang tunggu sudah banyak elf yang menunggu sambil berdesak-desakan.
Kyuhyun hanya melemparkan senyum saat mereka masuk ke dalam mobil.
“Nanti kau akan tahu saat si ikan itu bicara denganmu besok” Hyun-ri hanya menggangguk. Mengerti dengan perkataan Kyuhyun. Kyuhyun lalu mengacak-acak rambut gadisnya itu. Membuat Hyun-ri sedikit malu. Tanpa ada yang tahu ada semburat merah yang muncul di pipi Hyun-ri.

o.O

Seoul Agency Office
19 January 2013

Yoon-yi hanya bisa memantau keadaan Donghae dari internet dan dari Hyun-ri. sudah beberapa hari ini memang ia dan Donghae tidak saling berkomunikasi. Entah hanya sekedar sms maupun telpon. Sepertinya Donghae sangatlah sibuk. Apalagi hari ini Super Junior M sedang mengadakan fanmeeting di Nanjing. Hyun-ri tadi sempat mengirimkannya pesan bahwa ia sedang sibuk menyiapkan semuanya. Yoon-Yi menghela napas mengingat pesan Hyun-ri tadi.

From : Hyun-ri
Eonni, mianhae aku baru sempat membalas, aku sangat sibuk. Harus mempersiapkan banyak sekali. Dan aku sangat capek sekali
Ah, ikanmu baik-baik saja. tapi ia agak aneh saat aku menyebut namamu kemarin. Entah perasaanku atau gimana. Ikanmu itu sangat cuek. Padahal aku tau kalian berdua itu saling merindukan. Biasanya ia pasti semangat jika mendengar namamu sambil bersikap manja lalu menelponmu dengan segala kata-kata rayuan yang membuatku mual.
Ya sudah eonni, nanti malam jam 10 mungkin sudah selesai.
Ingat!! Waktu China tentu saja! Bodoh!
Anyeong…

‘Sepertinya memang harus bertahan. Aish, namja itu membuatku gila saja. Arggghhh.. ’ batinnya.
Sehari ini ia hanya bisa menunggu. Ia melirik jam dinding di kantornya sudah sudah jam 5 sore ternyata. Ia harus pulang. Hari ini ia memang tidak ada pekerjaan yang sangat banyak. Mungkin karena ia sudah menyelesaikanny kemarin. Jadi hari ini ia hanya memantau jadwal model-model yang harus melakukan pemotretan hari ini. Tidak terlalu sibuk untuk bisa mengalihkan perhatiannya sejenak dari masalah terbesar hatinya. Merindukan pria yang selama ini mengisi hatinya. Lee Donghae.
Lagi-lagi Yoon-yi menghela napas mengingat pria itu lagi membuat hatinya sesak saja. lebih baik aku pulang dan berendam di air hangat.
‘Nanti malam akan ku telpon Hyun-ri untuk memastikannya baik-baik saja’ pikir Yoon-yi sesaat sebelum membereskan barang-barangnya lalu beranjak pulang.

o.O

Yoon-yi Apartement
7 pm

Sesampainya di apartementnya, Yoon-yi mya masuk ke dalam kamarnya dan mandi. Setelah mandi, Yoon-yi mengahangatkan makanan yang tadi sempat ia beli saat di perjalanan pulang. Ia hanya mengaduk-aduk makanan yang sedang berda di hadapannya tanpa minat. Pikiran gadis ini masih terpaku pada Donghae yang sudah lama tidak memberi kabar padanya. Dengan sangat terpaksa ia harus mencari sendiri.
Tanpa membereskan meja makannya, Yoon-yi langsung mengambil ponselnya. Lalu menghubungi Hyun-ri. Ia harus menghubunginya, walaupun pria itu akan menolaknya. Ia tidak peduli, yang terpenting ia tau keadaannya sekarang. Cukup lama ia menunggu. Akhirnya Hyun-ri mengangkat telponnya.
“Yoboseyo, Hyun~a…” setelah panggilannya di angkat.
“Ne eonni, waeyo?” Jawab Hyun-ri dari seberang.
“eumm, Donghae oppa ada di dekatmu?” agak lama Hyun-ri menjawab. Terdengar suara yang sangat ramai.
“ne. Kau mau berbicara padanya. Kajima…” agak lama ia menunggu.
“Yoboseyo?” tanya suara laki-laki. Ini suara Donghae. Mendengar suaranya seakan beban berat telah terangkat.
“oppa, ini Yoon-yi. Kenapa kau…” Belum sempat Yoon-yi menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba donghae memotongnya dengan kata-kata kasar yang membuat Yoon-yi kaget.
“JANGAN MENGGANGGUKU! AKU SEDANG SIBUK!” ucap Donghae dengan nada kasar dan amarah yang meluap tergambar jelas dari makna kata-katanya tersebut.
“mian..”
BIP.
Sambungan telepon terputus. Belum sempat Yoon-yi membalas ucapannya, pria itu sudah memutuskan sambungannya. Dan menyisakan rasa bersalah dalam diri Yoon-yi. Tanpa sadar, cairan bening keluar dari sudut mata Yoon-yi. Gadis ini menangis. Menangisi pria yang telah membentaknya tadi. Tapi ia menangis karena tidak tahu apa yang salah darinya. Sehingga pria itu membentaknya seperti tadi. Tanpa tahu apa yang telah terjadi.
Drrt drrrt…
Sebuah pesan masuk ke ponselnya yang tergeletak di sampingnya. Yoon-yi menghapus bekas air mata yang berada di pipinya. Lalu membuka pesan tersebut.

From : Hyun-ri
Eonni…
Mianhae, jeongmal mianhae tadi Donghae oppa sungguh keterlaluan. Mungkin dia sedang kecapekan setelah seharian ini.
Jangan di masukkan hati. Ia tak bermaksud begitu. Tidak usah khawatir dengan keadaannya. Ia baik-baik saja. setelah semua selesai ia akan kembali. Kembali menjadi ikanmu yang euh… aku tak sanggup lagi. menjijikkan!
Jangan menangisinya lagi. aku cukup tahu apa yang kau lakukan sekarang.
Nanti aku hubungi lagi.
Anyeong…
PS : jangan lupa makan. Pokoknya saat aku pulang, aku tak mau melihat kantung matamu yang seperti panda saja. Bodoh!

Membaca pesan dari Hyun-ri sungguh dapat membuatnya lega. Tak terasa ia sudah tersenyum lagi. ia tidak membalas pesan Hyun-ri. Mungkin ini sudah teralu malam disana. Hyun-ri pasti sudah tertidur.
Yoon-yi beranjak ke tempat tidurnya dan berbaring. Belum sempat ia memejamkan matanya, sebuah pesan masuk lagi ke ponselnya. Ia melihatnya, lagi-lagi dari Hyun-ri. Tumben sekali ia mengirimi pesan lagi. apa gara-gara ia tak membalas pesannya? Khawatir? Bukan seperti sifat Hyun-ri saja.
Segera saja ia buka pesan dari Hyun-ri. Betapa terkejutnya dengan isinya. Hyun-ri mengatakan kode yang selama ini ia buat bersama Hyun-ri jika kekasihnya melakukan hal-hal yang akan membuatnya sakit.

From : Hyun-ri
Emergency! Ikan mendapat umpannya!
Kalau tidak percaya aku akan mengirimnya secepatnya. Saat ia tidak sadar
Eonni, neo gwenchana?

Tak lama ponsel Yoon-yi bergetar lagi. menandakan ada sebuah pesan lagi yang masuk. Yoon-yi membukanya lagi. ternyata pesan yang berisi foto. Agak menunggu sedikit lama agar pesan itu bisa terbuka. Yoon-yi menatap tidak percaya apa yang ia lihat di ponselnya. Sebuah foto yang menampakkan kekasihnya dengan seorang wanita yang sangat cantik sedang berpelukan. Di bandingkan dengannya, ia bahkan tidak ada secuil pun dari kecantikan wanita itu. Mereka berdua sangat serasi. Tiba-tiba dadanya sakit melihat kekasihnya melakukan skinship pada wanita lain. Padahal saat pria itu syuting drama yang menuntut banyak skinship dengan lawan mainnya, Yoon-yi tidak mempermasalahkannya. Tapi sekarang berbeda. Membuat hatinya sakit.
Cairan bening di pelupuk mata Yoon-yi sudah siap meluncur tanpa ada yang menghentikannya. Seketika air mata itu keluar lagi. tak terbendung lagi. Yoon-yi tak bisa menahan kekecewaannya pada pria yang selama ini ia cintai. Tapi sekarang semuanya sudah jelas. Kenapa tadi Donghae memarahinya. Memikirkan namanya saja sudah membuat hatinya semakin sesak.
Dengan sedikit terisak ia membalas pesan dari Hyun-ri. Tangannya bergetar mengetikkan pesan tersebut. Tapi ia tak sanggup lagi. Yoon-yi malah semakin tenggelam dalam kesedihannya. Yoon-yi pun tertidur.

o.O

Super Junior Dorm
20 January 2013, 7 pm

Yoon Yi POV
Aku harus memastikan perkataan Hyun-ri. Mereka pasti sudah pulang. Termasuk pria itu. Menyebut namanya saja aku sudah tak sanggup. Apalagi menghadapinya nanti. Tapi aku harus mengatakannya. Walaupun harga diriku di pertaruhkan.
Semalaman aku menangisinya. Sekarang aku terlihat lebih tenang, sedari pagi tadi aku berpikir ulang apa aku harus mendatanginya ata tidak. Dan sekarang, disinilah aku. Di depan pintu dorm Super Junior.
Kutekan bell, menuggu untuk di bukanya pintu ini. Sungguh menyebalkan! Lama sekali mereka membukanya!. Pintunya pun akhirnya terbuka. Di hadapanku ada Hyun-ri dengan muka sedikit lesu. Mengingat ia pasti capek sekali.
“eonni!! Masuklah..” ia menggiringku masuk.
“kenapa sepi sekali?” tanyaku ragu.
“ah… Kyuhyun sedang di kamarnya Eunhyuk oppa sedang ke supermarket bersama Ryeowook oppa. Sungmin oppa ke Kona Beans, lalu Donghae oppa sedang di kamar Eunhyuk oppa. Hoaaaammmm…..” jawabnya. Sepertinya ia masih mengantuk.
“apa kau tadi sedang tidur? Aku mengganggumu? Mian” kataku sedikit menyesal.
“aniyo eonni. Aku tadi memang akan tidur lagi. tapi aku lapar. Lalu kau datang. Sebentar… kenapa dengan matamu? Kau menangis?” ucapnya sembari meneliti bagian wajahku. Aku hanya mampu tersenyum pahit. Tidak mengelak dengan pertanyaannya tadi.
“ah… arraseo, ke kamarnya sekarang dan selesaikan urusan kalian. Tapi sebelumnya, tersenyumlah… baru aku akan melepasmu eonni!” kata Hyun-ri. Sedari tadi memang dia tidak melepasnya tangannya yang melingkar di lenganku.
“baiklah” ujarku. Memaksa sebuah senyuman yang amat sangat tidak seperti biasanya. Banyak maksud yang terkandung di dalamnya.
“aku akan melepasmu saat ini tapi aku tidak akan melepasmu jika nanti terjadi yang tidak-tidak selagi kalian di dalam” ucapannya sungguh mengandung ancaman. Dan itu sudah menjadi sifatnya selama ini. Seperti kembaran Kyuhyun. Sifat mereka sama-sama seperti setan.
Akupun bangkit tapi kenapa dia mengikutiku?
“mwo?” kataku padanya. Hyun-ri hanya memperlihatkan seringaiannya yang menurutku amat sangat tahu apa yang akan ia lakukan.
“aku harus membangunkan setan itu sebelum dia mengganggu tidurku nanti. Kau makan malam di sini kan eonni?” jelasnya padaku. Aku hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaannya tadi.
Kamar Kyuhyun berhadapan dengan kamar Eunhyuk oppa. Jadi kami berdua berjalan bersama. Sebelum ia memutar kenop kamar Kyuhyun, Hyun-ri mengepalkan tangannya sembari menyemangatiku. Lalu ia masuk ke kamar Kyuhyun. Ku dengar sedikit kegaduhan di dalam kamar Kyuhyun. Sepertinya pasangan setan itu sedang bertengkar. Ah, biarkan saja. yang penting adalah urusanku dengan pria yang berada di dalam kamar dihadapanku.
Aku pun mengetuknya. Tapi tidak terdengar ada sahutan dari dalam. Sehingga aku memilih inisiatif untuk membukanya.
Brakk…
aku terkejut dengan apa yang ku lihat sekarang. Sebuah pemandangan yang sangat tidak ku percayai. Donghae sedang berciuman dengan seorang wanita yang tidak ku kenal dan bahkan pakaian mereka sudah tidak ada.
“oppa” ujarku lirih melihat apa yang pria di depanku lakukan dengan seorang wanita di kamarnya. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini. Kakiku tidak bisa di gerakkan.
“Yak!!! Siapa yang sedang menggangguku!!!” teriak Donghae saat kegiatannya di interupsi olehku. Lalu ia melihatku di depan pintu. Tatapannya padaku amat sangat marah. Ia tidak pernah menatapku seperti akan membunuhku.
“OMO!” sebuah suara yang yang ku kenal. Suara Hyun-ri yang keget melihat apa yang kulihat saat ini.
“Hyunie ada apa?” suara Kyuhyun yang sekarang menyahut.
Yang kulakukan hanya berdiri di depan lalu pintu di depanku di tutup kasar yang tidak mengubahku untuk beranjak.
BRAAAKK…
Suara Hyun-ri tidak ku dengarkan lagi. ia berbicara agar aku pergi saja. tapi aku tidak bergeming sama sekali.
“eonni!!” teriaknya lagi. aku menghiraukannya saja.
Pintu di depanku terbuka lagi. tiba-tiba Donghae mengatakan kata-kata yang selama ini tidak ku duga.
“untuk apa kau disini? Aku bukan siapa-siapa mu lagi. kau tidak menyenangkan lagi. pergilah!” kemarahanku akhirnya tersulut keluar, lalu aku menamparnya. Sungguh aku sangat sakit hati dengan pekataan yang ia ucapkan.
PLAAAKKK…
Yang ku lakukan sekarang adalah keluar, keluar dari tempat ini. Bukankah ini artinya aku dibuang. Tanpa ada perintah air mataku keluar lagi. aku bahkan tidak sadar bertrabakan dengan Eunhyuk oppa dan Ryeowook oppa yang berada di pintu depan. Mereka menahanku tapi dengan segera aku keluar. Tak kudengar lagi teriakan-teriakan yang memanggil namaku. Hatiku sakit saat ini. Hanya karena seorang pria. Ia membuangku. Seperti sampah yang tidak berguna lagi.

Yoon-yi POV End
o.O
One Week Later
27 January 2013
Guangzhuo, China
3 pm

Hyun-ri melangkah riang keluar dri sebuah cafe yang tidak jauh dari hotel tempat Super Junior menginap selama berada di China. Gadis ini baru saja mendapat telepon bahwa agency tempat bekerja Yoon-yi sedang melakukan tur di China. Dan ternyata mereka menginap di hotel yang sama dengannya. Sehingga ia tidak bisa di katakan gagal membawa Yoon-yi ke China dalam rangka kejutan ulang tahunnya.
Hyun-ri akhirnya sampai di lobi hotel. Segera saja ia naik ke lantai kamarnya berada. Langsung saja ia menyebu tempat tidurnya. Ia sangat kelelahan kemarin. Untung saja hari ini ia mendapat libur satu hari untuk beristirahat. Setelah 1 minggu penuh ia harus berkutat menjalani profesi sampingannya sebagai staff manager Super Junior M selama di China.
Hyun-ri hampir saja tertidur jika dia tidak ingat bahwa ia harus menghubungi Yoon-yi untuk memastikan keberadaannya. Selama ini ia sangat mengkhawatirkan kakaknya itu. Hatinya sangat hancur melihat Donghae yang notabene kekasihnya sedang mencium seorang wanita dalam keadaan telanjang. Tapi sebenarnya ini hanya tipu muslihat dari kekasih gadis itu. Tetapi Yoon-yi sudah sangat sakit hati.
Beberapa hari setelah itu akhirnya ia bisa membujuk Yoon-yi untuk menjalani kehidupannya seperti biasa. 3 hari pertama ia sangat tahu tabiat Yoon-yi yang akan mengurung diri di apartementnya setelah apa yang di alaminya malam itu. Hyun-ri bahkan sangat ingin pulang ke Korea saat itu juga demi memastikan keadaan Yoon-yi saat itu lalu membawa gadis itu ke sini agar rencana yang telah di susun berjalan dengan baik. Tapi mau bagaimana lagi, pekerjaannya sangat menyita waktunya. Dan sekarang doa Hyun-ri terkabul dengan adanya tour yang di adakan oleh perusahaan tempat Yoon-yi berkerja.
Hyun-ri pun menelepon Yoon-yi, mencari tahu gadis itu sekarang berada dimana. Pada nada sambung kedua Yoon-yi pun mengangkatnya.
“Yoboseyo, Eonni!! Eodigayo?” tanya Hyun-ri semangat. Mengawali percakapan mereka.
“Aa.. aku ada di China. Akhh… aku ada di Guangzhuo. Apa apa menelponku? Bukannkah kau sednag sibuk?” jawab Yoon-yi dengan memberondong pertanyaan pada Hyun-ri.
“Aku sedang di Guangzhuo juga. Ayo kita berjalan-jalan berdua. Aku sangat merindukanmuuu…ayolah eonni. Mau yaaaa…” ajak Hyun-ri agak di manis-maniskan agar kakaknya ini mau diajak.
“ne… apalagi aku juga tidak tahu tempat ini. Aku sedang di hotel. Bertemu dimana?”
“di lantai berapa kamarmu?”
“aku di lantai 5 no 289. Jangan bilang jika kau tau dari kantor? Dan jangan bilang kau menginap di sini juga!” sergah Yoon-yi
“heheheh eonni, kau itu cenayang ya? Kenapa semua tebakanmu benar semua? Baiklah aku akan menjemputmu” Hyun-ri hanya tersenyum tapi ia tahu Yoon-yi tidak akan melihatnya.
“dan aku harap dia tidak akan ikut denganmu!” timpal Yoon-yi penuh ancaman.
“tenang saja mereka sedang ada jadwal. Dan aku libur hari ini. See you later…” jawab Hyun-ri singkat. Lalu memutuskan sambungan telepon.
Hyun-ri langsung mengirimkan sms kepada Donghae, bahwa kekasihnya berda di China saat ini. Dan rencana pun di mulai. Hyun-ri pun bergegas mandi, mengingat ini sudah sore dan ia harus bersiap-siap menemui Yoon-yi di kamarnya.
o.O
A park

Setelah tadi Yoon-yi dan Hyun-ri mengelilingi kota. Membeli berbagai macam oleh-oleh khas kota tersebut. Mereka sangat kelelahan dan sekarang hanya bisa duduk-duduk untuk sekedar menghilangkan rasa lelah. Mereka berdua dari tadi sudah berbicara panjang lebar tentang perasaan Yoon-yi sekarang. Tapi yang di tanya hanya mengendikkan bahunya sedari tadi. Hyun-ri merasa bersalah pada Yoon-yi karena agar rencana ini berjalan lancar sehingga harus mengorbankan perasaan yang membuat gadis di depannya menjadi sakit. Hyun-ri hanya mampu menenangkan dan membuat Yoon-yi tersenyum lagi.
“Eonni, neo gwenchanayo?” tanya Hyun-ri ragu-ragu saat melihat ekspresi Yoon-yi yang terlihat tidak baik-baik saja. Yoon-yi tidak menjawab hanya sebuah anggukan yang ia berikan.
Hyun-ri melirik jam tangannya. Menunjukkan pukul 11. Ini adalah saatnya ia harus menyingkir terlebih dahulu. Sebelum semua sandiwara ini selesai.
“Eonni, aku ke kamar mandi dulu ya” belum sempat Yoon-yi menjawab, Hyun-ri sudah pergi.
“Haish, dia itu suka sekali tidak bisa mendengarku dulu. Kenapa menginggalkanku sendirian” gerutu Yoon-yi.
Tiba-tiba lampu di sekitar taman pun mati. Menambah kegelapan di sekitar Yoon-yi. Gadis ini sangat embenci kegelapan.
“Hyun!!! Eodi! Yak!! Kajima!! Aku takut!” kata Yoon-yi histeris melihat sekitarnya menggelap. Karena tiba-tiba semua penerangan di dalam taman sudah mati.
Yoon-yi bahkan sdah terisak. Hyun-ri yang di panggilnya tidak datang. Tangis Yoon-yi pun semakin keras saat tangannya di cengkeram seseorag. Ia makin takut. Takut terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan. Ia takut bahwa yang mencngkeram tangannya adalah psikopat. Yoon-yi berusaha melepaskan cengkeraman tersebut. Tapi ia kalah, tenaga sudah habis. Ia bahakan sudah meraung untuk memohon pada seseorang itu untuk melepaskannya.
“LEPAS!! LEPAS!” mohon Yoon-yi pada seseorang tersebut. Bukannya melepaskan Yoon-yi, orang tersebut memeluk Yoon-yi. Pelukan defensif yang sanga erat. Membuat Yoon-yi sedikit terhenyak. Gadis itus sangat mengenali bau dari orang yang sedang memeluknya. Bau seorang pria yang sudah membuat sakit hatinya selama 1 minggu terakhir. Pria itu Lee Donghae.
“Mianhae Yoon~a…” bukannya Yoon-yi menjawab, ia malah berontak dari pelukan erat pria itu. Membuat Donghae sedikit makin mengeratkan pelukannya.
“lepaskan aku Donghae~ssi.. lepas!” teriakan Yoon-yi di hiraukan oleh Donghae. Pria itu malah membenamkan kepalanya di cekungan leher gadis itu. Menghirup bau yang selama ini sangat ia rindukan.
BUGH…
“Akkkhhhhh….” Donghae mengaduh sakit lalu memegangi matanya yang terkena pukulan Yoon-yi. Mata pria itu pasti akan bengkak besok.
“mian… sakit? Aku minta maaf..” ujar Yoon-yi dengan nada menyesal. Lalu ia melihat keadaan mata Donghae yang tadi tidak sengaja ia pukul.
“Gwenchana… tapi aku harus menyelesaikan ini dulu. Yoon~a… mianhae soal yang kemarin. Bukannya aku tidak mencintaimu lagi, tapi aku mempunyai alasan yang kuat kenapa aku melakukannya. Sungguh aku tak bermaksud begitu” genggaman tangan Donghae pada tangan Yoon-yi sangat erat. Pria itu harus meyakinkan kekasihnya ini.
“tapi kenapa oppa?” tanya Yoon-yi pelan. Tatapannya sendu karena Donghae tidak meu berterus terang.
“apa karena kau sudah tidak mencintaiku lagi?” tambah Yoon-yi menerka-nerka apa yang ada di pikiran pria di depannya ini.
“aniyo. Belum waktunya kau tau. Tapi aku janji akan menjelaskan semuanya” kata Donghae menenangkan. Ucapan pria itu sedikit membuat perasaan Yoon-yi lega. Gadis itu takut bila mimpi buruk yang beberapa hari ini membayanginya benar-benar terjadi. Bahwa pria di depannya ini memang sudah tidak mencintainya lagi.
“tapi mau kan kau memaafkanku? Hanya hal ini yang aku minta sekarang. Boleh kan?” nada yang di gunakan Donghae sangat pelan. Tapi Yoon-yi sanggup mendengarnya dengan jelas. Sekilas Donghae melirik jamnya.
‘Masih ada waktu sedikit lagi’ gumamnya dalam hati.
Dengan sedikit keraguan di hatinya, Yoon-yi memantapkan pilihannya ini. Ia masih sangat mencintai pria di depannya. Masih sangat belum rela jika ia di tinggalkan.
“Oppa… Aku…” katanya terbata-bata. Gugup apa yang akan di katakan pada Donghae.
“Ne? Aku apa?” tanya Donghae ingin tahu.
“Euummmm… Aku memaafkanmu. Kalau sampai itu terulang lagi. aku tidak akan mengampunimu! Ingat itu! Aku akan segera membunuhmu dan mengerjamu sampai ke surga maupun ke neraka. Aku akan menuntut pertanggung…” belum sempat Yoon-yi menyelesaikan kalimatnya, Ia sudah di tarik kedalam pelukan Donghae. Pelukan yang hangat, mengingat cuaca yang saat ini sangat dingin.
“Gomawo Yoon~a. Terserah kau mau apa kan aku yang penting kau memaafkanku.” Ujar Donghae dengan nada senang masih tetap saling memeluk. Donghae akhirnya melepaskan pelukannya. Dan menatap langsung ke mata Yoon-yi lama. Walaupun keadaan masih tetap gelap. Tidak menyurutkan Donghae untuk menatap kekasihnya.
“Oppa, dingin…” ujar Yoon-yi lirih sembari mengusap-usap lengannya agar hangat.
“Yoon~a. Menikahlah denganku.” ujar Dongahe tanpa sadar tanpa mengalihkan fokusnya menatap Yoon-yi.
“Oppa… oppa…” panggil Yoon-yi melambai-lambaikan tangannya ke depan mata Donghae dengan wajah bingung. Mengira ucapan yang terlontar itu hanya gurauan.
“Haish! Aku sedang melamarmu. Kau itu merusak suasana romantisku saja!” kesal Donghae. Yoon-yi hanya terkekeh melihat Donghae sedang melancarkan sikap merajuknya. Ia tahu tadi memang ucapan Donghae sserius. Tapi sesekali ia mau mengerjai prianya.
“Romantis apanya? Ucapanmu itu seperti ucapan setiap hari yang kau lontarkan saat acara di TV saja. hahahaha..” Yoon-yi tertawa, melihat Donghae yang sekarang mengerucutkan bibirnya. Tanda bahwa dia sedang kesal.
“Yoon~a.. kau itu.. menyebalkan!”
“Baiklah, sekarang maumu apa?” tanya Yoon-yi
“Yoon.. ah ani. Jung Yoon-yi, maukah kau menikah denganku? melalui sisa hidup bersamaku?” Ucap Donghae serius. Ia pun berlutut di hadapan Yoon-yi.
Yoon-yi hanya tersenyum dan menarik Donghae agar bangkit. Mengecup pipi pria itu.
“Ne, Aku bersedia.” Ucap Yoon-yi.
BYUURRRRR…..
Seketika lampu taman pun hidup kembali. Dan segerombolan orang yang terdiri member Super Junior M dan Hyun-ri datang menghampiri mereka membawa kue ulang tahun dengan 2 lilin di atasnya. Yoon-yi hanya terpaku melihatnya. Tidak mampu berkata-kata. Karena ia sekarang sedang kedinginan akibat guyuran air dari seseorang. Yang pasti ia akan membalas dendam kepada orang yang sudah melakukannya. Donghae hanya salah tingkah. Melihat kekasihnya itu basah kuyup akibat air yang disiram padanya. Lelaki itu sempat menghindar karena tau yang akan menjadi korban ialah Yoon-yi.
“Saengil chukkahamnida,, saengil chukkahamnida saranghaneun uri Yoon-yi.. Saengil chukka hamnida.”
“Eonni,, tiup lilinnya!!” teriak Hyun-ri
“ucapkan permohonanmu” kata Donghae sambil memakaikan Yoon-yi mantelnya. Ia cukup tahu gadis itu sudah sangat kedinginan. Mengingat cuaca masih masuk musim dingin.
Yoon-yi pun memejamkan matanya sejenak lalu meniup lilin di atas kue yang di bawa oleh Hyun-ri.
“Horeeeeee selamat ya eonni… pertama untuk ulang tahunmu, kau sudah tua ternyata hahaha”
PLETAK
“Yak! Eonni! Yang kedua untuk lamaran ikanmu ini! Wah sebentar lagi kau akan menikah! Chukkaeyo!”
PLUKKK…
Tepat saat Hyun-ri menyelesaikan kamlimatnya. Yoon-yi sudah di beri timpukan kue yang tadi di bawanya. Dan terjadilah kejar-kejaran antara keduanya.
“KYUUUUUU………..” teriak Hyun-ri mencari bantuan. Segera saja ia bersembunyi di balik badan kekasihnya itu.
“Hyun!!!! Dasar dongsaeng kurang ajar! Awas kau ya!” gerutu Yoon-yi karena ia gagal membalaskan dendamnya pada Hyun-ri. Kyuhyun yang tau langsung menatap tajam ke arah Yoon-yi. Yang di tanggapi dengan mata yang sama-sama tajam.
“Yak! Magnae! Jangan kau tatap calon istriku begitu. Aku tidak mau menjadi duda sebelum menikah” teriak Donghae.
“Haish! Yak! DASAR IKAN! PAYAH!” balas Kyuhyun. Lalu menarik Hyun-ri menjauh dari jangkauan Yoon-yi yang bisa membalaskan dendamnya sewaktu-waktu itu.
“ah, aku lupa siapa yang tadi menyiramku?” tanya Yoon-yi menatap semua orang.
“apa? Kau mau balas dendam juga padaku? Tapi akan kupastikan sebelum kau balas dendam ikanmu itu akan mati di tanganku!” teriakan Kyuhyun yang penuh ancaman hanya di tanggapi Yoon-yi dengan mengerucutkan bibirnya.
“Sudahlah.. kau kan tahu pasangan setan itu kalau sudah berbuat onar pasti semua orang terkena imbasnya.” Kata Donghae menenangkan Yoon-yi. Ia sedang membersihkan sisa kue yang ada di wajah Yoon-yi.
“Hyung!!!! Aku lapar!! Ayo makan!” ajak Henry dengan nada memelas.
“Ne, sebentar. Kalian duluan saja.”
“oppa, kau berhutang penjelasan padaku”
“selesai, baik akan ku jawab. Ayo kita makan” Dongahe menarik tangan Yoon-yi agar mengikutinya ke dalam restoran yang dekat dengan taman.
“siapa wanita itu?” tanya Yoon-yi. Ia tidak mau kesalah pahaman terjadi lagi.
“itu hanya akal-akalan pasangan setan itu untuk mengerjaimu. Dan ide itu semua adalah dariku” Yoon-yi melotot ketika mencerna perkataan Donghae.
“maksud oppa?” tanyanya lagi memastikan.
“rencana kejutan ulang tahunmu. Dari aku tidak menghubungimu, lalu aku marah-marah kepadamu sampai kau melihatku di kamar waktu itu. Dan terakhir tadi. Tapi untuk urusan menyiram, menyerangmu, lalu ide wanita di kamar itu bukan ideku.”
“lalu siapa wanita yang bersamamu di kamar” ujar Yoon-yi kesal mendengar penjelasan dari mulut Donghae.
“Itu Sungmin hyung yang menyamar menjadi wanita.” Ucap Donghae santai.
“Mwo? bukankah saat itu Sungmin oppa berada di Kona Beans?”
“kau itu, gampang sekali di bohongi oleh adikmu itu. Tidak mungkin jika kami pergi stelah lelah dalam perjalanan. Dan untuk Eunhyuk dan Wookie. Mereka memang benar ke supermarket. Bahan makanan kami habis.”
“apa?? Jadi maksudmu aku hanya cemburu pada Sungmin oppa yang menyamar menjadi wanita?” teriaknya histeris.
“sudahlah, aku juga tidak akan meninggalkanmu. Ayo kita makan. Aku sangat lapar”
Yoon-yi hanya mampu tersenyum. Setidaknya ia tidak harus bersaing dengan wanita yang membuatnya cemburu. Faktanya itu hanya seorang laki-laki. Dan tidak mungkin juga kekasihnya menyukai sesama jenis.
Dan malam ini bagi Yoon-yi adalah malam yang penuh kejutan. Dan ulangtahun kali ini cukup berkesan karena ia telah dilamar Donghae. Walaupun tadi di interupsi oleh member lainnya. Tapi Yoon-yi bahagia.

END

FLASHBACK

TEEET…TEEET…
“Hyun~a.. bukakan pintunya.” Perintah Kyuhyun dari ruang tengah. Gadis itu sedang di dapur menyiapkan makan malam.
Dilihatnya intercom di dekat pintu yang tersambung langsung pada CCTV di depan pintu. Panik, gadis itu panik. Lalu ia memanggil Donghae.
“OPPAA…… EONNI KESINI!! EOTTHOKHE?” teriak Hyun-ri panik
“haduh, gagal rencanaku nanti untuk menghindarinya.” Ucap Donghae frustasi
“yak! Hyung! Tenanglah…” tanya Kyuhyun
Hyun-ri langsung menatap rambut palsu yang tadi ia pakai saat mampir ke Kona Beans mengantarkan titipan Ayah Kyuhyun pada Ibu Kyuhyun. Otaknya pun bekerja menyusun rencana yang akan membuat Yoon-yi shock.
“Sungmin oppa tolong kau pakai wig ini, lalu kau buka kausmu. Tidurlah di kamar Hyuk oppa bersama Donghae oppa. Seakan-akan kalian sedang melakukan ciuman. Tapi ini hanya pura-pura. Dan biarkan Yoon-yi eonni melihatnya. Dan sekarang cepat lakukan! Aku akan membukakan pintunya. Kyu kau di kamar saja. seolah-olah semua masih lelah. Cepat!” perintah Hyun-ri. Semua orang hanya mematuhinya tanpa ada pertanyaan lalu melaksanakannya sesuai rencana.
Hyun-ri pun bergegas menuju pintu. Menarik napas sesaat lalu membuka pintunya dan memasang muka sehabis tidurnya.
“eonni!! Masuklah..” kata Hyun-ri menyuruh Yoon-yi masuk.

Flashback End

HOHOOHOO ^o^ gimana ff nya gaje kan?? buat Shera eoni a.k.a eonni ikan.. Commentny yang panjang ya.. haus wajib karena dirimu jd tokoh utama. okeyy…!!!!

About gaemri

Kpop~ers | ELF | Kyuhyun wife | Midwife | Queen Evil

3 responses »

  1. ikannemo says:

    kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………

    aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………..

    ada typo tuh,dikit tapi

    ya ampun mimpi apa aku ya, dilamar ma haeppa…ahh..senengyaaaaa….

    YYAAKK…..!!!!!

    dasar pasangan setan berani2nya kalian nyiram aku…
    tunggu pembalasanku….

    GOMAWOOOOOOOOO…………………*peluk*

  2. GaemKyuNaz says:

    aku suruh yang pnjang.. bukan treak gtu. tuli ntar aq.. T^T kyuu di menyiksaq..

    mimpi makan ikan yang gsong trus aq buag ke tmpat hiu di laut jepara. hahahah😄

    aq sukaaaaaaaaaaa scene ituuu…… nyiksa eonni adalah kebahagiaanku. iya kan kyu *cium*

    cheonma!!! mana hadiahku??

  3. donghae oppa ternyata evil juga. . ckckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s